
Harianterbit.id | Pandeglang – Penguatan komitmen kebangsaan kembali menjadi sorotan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar pada Rabu siang, 4 Februari 2026, di Gedung PKPRI Kecamatan Cikidal, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan berlangsung kondusif dengan tingkat partisipasi dan antusiasme masyarakat yang tinggi sepanjang acara.
Sejumlah unsur masyarakat hadir dalam forum tersebut, mulai dari tokoh pemuda, kalangan pendidik, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. Sejak sesi pembukaan, peserta tampak memenuhi ruangan dan mengikuti pemaparan materi dengan fokus serta disiplin.
Dalam pemaparannya, Ahmad Fauzi selaku Anggota DPR RI Komisi V dan Ketua DPW PKB Banten mengingatkan bahwa penguatan Empat Pilar Kebangsaan tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial semata. Ia menegaskan bahwa tantangan terhadap persatuan nasional saat ini semakin nyata, terutama di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang cepat berubah.
“Kalau nilai-nilai kebangsaan tidak terus diperkuat, maka ruang-ruang perpecahan akan mudah terbuka. Empat Pilar harus menjadi benteng yang benar-benar kita jaga bersama,” tegas Ahmad Fauzi.
Ia menilai bahwa Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan sistem nilai yang saling mengikat dan tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, melemahnya pemahaman terhadap salah satu pilar dapat berdampak pada rapuhnya kohesi sosial.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena polarisasi dan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di ruang digital. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi mengikis semangat persatuan apabila masyarakat tidak memiliki landasan kebangsaan yang kuat.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa tantangan hari ini berbeda dengan masa lalu. Disinformasi, ujaran kebencian, dan fragmentasi sosial bisa menggerus persatuan jika masyarakat tidak memiliki pegangan nilai yang kokoh,” ujarnya.
Ahmad Fauzi juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat daerah dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menyebut bahwa kekuatan Indonesia justru bertumpu pada soliditas di tingkat akar rumput.
“Persatuan nasional itu dibangun dari daerah. Kalau masyarakat di tingkat bawah kuat memegang nilai kebangsaan, maka Indonesia akan tetap berdiri kokoh,” katanya.
Perhatian khusus turut diberikan kepada generasi muda yang dinilai berada di garis depan dalam menghadapi perubahan zaman. Ia mengingatkan bahwa bonus demografi harus diiringi dengan penguatan karakter kebangsaan.
“Jangan sampai generasi muda kita unggul secara teknologi tetapi lemah dalam komitmen kebangsaan. Keduanya harus berjalan beriringan,” ucap Ahmad Fauzi.
Sepanjang kegiatan, respons peserta terlihat sangat positif. Forum berjalan hidup dengan interaksi yang konstruktif, namun tetap tertib. Tingginya antusiasme peserta menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan terhadap penguatan wawasan kebangsaan masih sangat relevan di tengah masyarakat.
Menutup kegiatan, Ahmad Fauzi mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pemahaman yang diperoleh sebagai gerakan nyata di lingkungan masing-masing.
“Jangan berhenti pada forum ini. Jadikan Empat Pilar sebagai sikap hidup, bukan hanya bahan diskusi. Dari sinilah kekuatan bangsa kita akan terus terjaga,” pungkasnya.
Kegiatan berakhir pada siang hari dengan suasana yang tetap tertib dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan momentum sosialisasi ini semakin memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan secara konsisten di tengah kehidupan bermasyarakat.
