Empat LPJ DPC Ditolak dalam Muscab PPP Papua Barat Daya

waktu baca 3 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 13:42 10 Redaksi

    Harianterbit.id | Sorong – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se-Papua Barat Daya digelar secara serentak dan dipusatkan di salah satu hotel di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (23/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh kader dan pengurus partai dalam memperkuat konsolidasi organisasi menjelang agenda politik mendatang.

    Muscab kali ini mengusung tema “Transformasi PPP untuk Indonesia”. Tema tersebut menjadi semangat baru bagi seluruh pengurus dan kader PPP untuk melakukan perubahan serta pembenahan demi membangun kekuatan partai yang lebih solid dan dipercaya masyarakat.

    Kegiatan itu dihadiri seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP se-Papua Barat Daya, di antaranya DPC Kota Sorong, DPC Kabupaten Sorong, DPC Sorong Selatan, DPC Maybrat, DPC Raja Ampat, dan DPC Tambrauw.

    Ketua Wilayah PPP Papua Barat Daya, Mukhsin A. Wahid, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Muscab harus dijadikan sebagai ajang mempererat persatuan dan semangat perjuangan kader PPP di seluruh kabupaten dan kota.

    Ia juga mengajak seluruh pengurus, kader, dan simpatisan PPP agar tetap solid dan terus berjuang demi kejayaan PPP pada pemilu mendatang. Mukhsin berharap PPP mampu kembali menjadi partai besar dan mendapat tempat di hati masyarakat.

    Pelaksanaan Muscab berjalan lancar sejak hari pertama pembukaan. Hal itu tidak terlepas dari kerja keras Ketua Panitia, Andi Akmal, bersama seluruh panitia yang telah mempersiapkan agenda kegiatan sejak dua pekan sebelumnya.

    Panitia dinilai sukses menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari administrasi peserta, agenda persidangan, hingga pengaturan teknis forum Muscab. Para peserta pun mengapresiasi kerja keras panitia yang mampu menjaga jalannya kegiatan tetap tertib dan kondusif.

    Empat Lpj Dpc Ditolak Dalam Muscab Ppp Papua Barat Daya

    Namun suasana forum mulai memanas saat Muscab memasuki pleno IV. Dalam sidang tersebut muncul berbagai kritik dan interupsi dari sejumlah kader serta pengurus DPC yang hadir.

    Kritik keras datang dari DPC Kota Sorong, DPC Sorong Selatan, DPC Raja Ampat, dan DPC Tambrauw. Mereka menyampaikan keberatan terhadap laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang dibahas dalam forum pleno.

    Perwakilan empat DPC tersebut secara tegas menyatakan penolakan terhadap LPJ yang diajukan. Penolakan disampaikan melalui interupsi yang berlangsung cukup alot di dalam forum Muscab.

    Situasi sidang sempat berlangsung tegang karena masing-masing peserta mempertahankan pandangannya. Meski demikian, pimpinan sidang tetap berupaya menjaga agar forum berjalan sesuai aturan organisasi dan tata tertib persidangan.

    Pimpinan sidang, Ruslan Rasid, akhirnya mengambil keputusan setelah mendengarkan seluruh pandangan peserta forum. Dengan mengetuk palu sidang, ia menetapkan bahwa LPJ dari empat DPC dinyatakan ditolak dalam pleno Muscab.

    Adapun LPJ yang diterima dalam forum tersebut hanya berasal dari DPC Kabupaten Sorong dan DPC Kabupaten Maybrat. Keputusan itu langsung menjadi perhatian seluruh peserta Muscab yang hadir.

    Walaupun terjadi perdebatan dan penolakan dalam forum pleno, seluruh peserta dan kader PPP tetap melanjutkan agenda Muscab hingga selesai. Mereka menunjukkan komitmen untuk menjaga persatuan dan keberlangsungan organisasi partai.

    Muscab PPP Papua Barat Daya kali ini menjadi perhatian banyak kader karena dinamika yang terjadi dalam forum pleno IV. Penolakan empat LPJ DPC menjadi catatan penting sekaligus bahan evaluasi bagi PPP dalam memperkuat konsolidasi internal demi menghadapi pemilu mendatang. (Jun)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional