x

Saksi Mata Akui Menemukan Empat Nakes Tambrauw , Dua Diantaranya Meninggal Dunia

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Mar 2026 20:09 79 Redaksi

    Harianterbit.id | Sorong – Penyidik Polres Tambrauw berhasil mengungkap kronologi hingga penyerangan terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di Kabupaten Tambrauw.

    Berdasarkan keterangan saksi mata AK (31) yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir yang kebetulan pada saat kejadian melintas dari Distrik Fef menuju Kota Sorong mengaku melihat salah satu korban, yakni Yeremia Lobo tergeletak si tengah jalan sekitar Kampung Banfot, Senin (16/3/2026), sekitar pukul 11.30 WIT.

    Ia menambahkan, sekitar 500 meter dari lokasi kejadian saksi bertemu dua orang yang meminta pertolongan, yakni H dan R. Kepada saksi AK keduanya menjelaskan bahwa mereka bersama dua rekannya sebelumnya dihadang oleh sejumlah orang tidak dikenal yang membawa parang dan terdengar bunyi tembakan.

    Saksi AK menyebut akibat penghadangan tersebut, kendaraan mereka terjatuh. H dan R berhasil melarikan diri, sementara dua rekannya, Yermia Lobo dan Yohanes Edwintus Bido tidak sempat menyelamatkan diri dan ditemukan meninggal dunia.

    Lebih lanjut saksi AK mengaku membantu mengantar kedua korban selamat menuju pos Satgas TNI untuk mendapatkan perlindungan.

    Hingga berita ini diturunkan, penyerangan terhadap empat tenaga kesehatan dalam penyelidikan satreskrim polres Tambrauw guna mengungkap pelaku.

    Diberitakan sebelumnya empat tenaga kesehatan dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal yang membawa senjata tajam dan juga senjata api pada Senin (16/3/2026) di kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.

    Akibat penyerangan tersebut dua nakes, yakni Yeremia Lobo dan Yohanes Edwintus Bido ditemukan meninggal dunia.

    Pasca penyerangan Polda Papua Barat Daya telah mengirimkan personel sebanyak satu SST untuk melakukan pengejaran. Disisi akses jalan dari Sorong ke Tambrauw untuk sementara ditutup. (Jun)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional
    x