pemeliharaan rutin ruas jalan Mamasa–Malabo senilai Rp5 miliar digadang-gadang menjadi solusi permanen atas ancaman bencana yang kerap memutus urat nadi ekonomi Sulawesi Barat. Harianterbit.id Mamasa — Proyek pemeliharaan rutin dan penanganan ruas jalan Mamasa–Malabo di Sulawesi Barat terus menunjukkan progres positif. Di tengah tantangan geografis daerah rawan longsor, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) menegaskan bahwa seluruh pekerjaan fisik di lapangan dikerjakan secara ketat dan berpedoman teguh pada spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.
sumber dari BPJN berinisial A, memberikan penjelasan transparan terkait detail teknis pekerjaan yang tengah berlangsung guna meluruskan informasi di tengah masyarakat.
Menurut penjelasan pihak balai, proyek yang sedang berjalan saat ini difokuskan untuk pencegahan keausan permukaan beton, bukan peningkatan struktur utama jalan. Penanganan dilakukan menggunakan metode slurry seal (bubur aspal) di atas badan jalan beton sepanjang 800 meter.
“Tabe, bapak. Untuk sementara ini proyek sedang dalam pengerjaan, dan untuk pekerjaan di lapangan kami beracuan terhadap spek teknis yang dipersyaratkan. Dalam pelaksanaannya, pekerjaan kami juga diawasi secara berlapis oleh konsultan supervisi serta Dinas PU,” ujar salah satu pejabat BPJN saat memberikan klarifikasi.
Lebih lanjut, pihak balai merinci bahwa pemilihan metode slurry seal ini bersifat non-konstruksi, namun sangat penting untuk melindungi struktur lapisan beton yang ada dari ancaman aus akibat cuaca dan mobilitas tinggi.
“Izin menjelaskan Pak, yang kami kerjakan bukan pengaspalan konvensional, melainkan slurry seal atau bubur aspal. Ketebalannya dipastikan 9 milimeter, dan dalam pelaksanaannya, alat yang dipakai dikalibrasi terlebih dahulu secara presisi untuk mencapai ukuran tersebut. Pelaksanaan pekerjaan ini berada di atas beton yang sifatnya pencegahan aus terhadap permukaan lapisan beton sepanjang 800 meter,” tambahnya.
Pihak balai juga menekankan bahwa proses konstruksi dan pemeliharaan ini masih berjalan secara bertahap dan terus dioptimalkan. Keterlibatan konsultan pengawas independen serta instansi teknis terkait memastikan bahwa setiap tahapan pengerjaan tetap berada dalam koridor standar kualitas yang ditetapkan demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Dengan adanya klarifikasi transparan ini, diharapkan masyarakat pengguna jalan lintas Mamasa–Malabo mendapatkan informasi yang utuh, sekaligus bentuk komitmen pemerintah dalam merawat infrastruktur vital demi kelancaran roda perekonomian di Sulawesi Barat.

