Harianterbit.id Sorong – Tim Penjaringan Calon Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Barat Daya mulai membuka proses penjaringan bakal calon Ketua Komda menjelang Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) II yang telah dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026. Rapat tim penjaringan digelar pada Selasa sore di Sala Sati Cafe, Kota Sorong, Rabu (5/8/2026).
Rapat tersebut dipimpin Ketua Komda Pemuda Katolik Papua Barat Daya, Yoseph Metodius Baru, bersama jajaran pengurus Komda dan para senior organisasi. Pertemuan ini membahas mekanisme penjaringan calon agar berjalan secara adil, transparan, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pemuda Katolik.
Ketua Komda Pemuda Katolik Papua Barat Daya, Yoseph Metodius Baru, menegaskan bahwa seluruh kader memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai ketua, selama memenuhi persyaratan pencalonan yang telah ditetapkan organisasi.
“Proses penjaringan ini harus memberikan keadilan bagi seluruh kader. Siapa pun yang memenuhi syarat memiliki kesempatan yang sama untuk maju sebagai calon Ketua Komda Pemuda Katolik Papua Barat Daya,” ujar Metodius.
Ia menjelaskan bahwa masa penjaringan bakal calon akan berlangsung hingga 9 Agustus 2026. Setelah itu, tim penjaringan akan menggelar rapat pleno untuk menetapkan nama-nama calon yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi maupun ketentuan organisasi.
Menurut Metodius, seluruh proses penetapan calon dilakukan secara internal oleh tim penjaringan dengan tetap mengacu pada AD/ART Pemuda Katolik sebagai pedoman utama dalam setiap tahapan.
Ia juga memastikan bahwa Muskomda II tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal, yakni pada 10 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Pengurus Pusat Pemuda Katolik dijadwalkan hadir untuk mengikuti sekaligus mengawal jalannya forum organisasi tersebut.

Metodius mengajak seluruh kader Pemuda Katolik yang tersebar di lima kabupaten dan satu kota di Provinsi Papua Barat Daya untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Muskomda II sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah.
Menurutnya, Muskomda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum penting dalam membangun proses regenerasi kepemimpinan serta memperkuat konsolidasi kader Pemuda Katolik di Papua Barat Daya.
Sementara itu, senior sekaligus mantan Ketua Komda Pemuda Katolik Papua Barat, Thomas Jefferson Baru, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komda Yoseph Metodius Baru yang dinilai mampu menjalankan amanah organisasi hingga akhir masa jabatan dengan mempersiapkan pelaksanaan Muskomda II secara baik.
Thomas mengatakan bahwa pelaksanaan Muskomda merupakan bentuk tanggung jawab kepemimpinan dalam menjaga keberlangsungan organisasi melalui mekanisme regenerasi yang sesuai dengan aturan organisasi.
Ia juga mengajak para senior, tokoh-tokoh Pemuda Katolik, serta seluruh kader di Papua Barat Daya untuk memberikan dukungan penuh demi suksesnya Muskomda II. Menurutnya, seluruh proses harus berlangsung dengan menjunjung tinggi aturan organisasi, semangat persaudaraan, serta dinamika demokrasi yang sehat berdasarkan AD/ART Pemuda Katolik.
Rapat tim penjaringan yang berlangsung di Sala Sati Cafe, di Kota Sorong, menjadi langkah awal dalam memastikan seluruh tahapan Muskomda II berjalan secara tertib, demokratis, dan bermartabat. Diharapkan forum tersebut mampu melahirkan pemimpin baru yang siap membawa Pemuda Katolik Papua Barat Daya semakin maju serta menjawab tantangan pembinaan kader di masa mendatang. (Abdullah)