Camellia Panduwinata Lubis Apresiasi Sikap Tegas Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Boleh Didikte

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 00:56 3 Redaksi

Jakarta — Sekretaris Jenderal KITA, Camellia Panduwinata Lubis, mengapresiasi sikap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam menyampaikan kepentingan nasional Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India.

Presiden Prabowo menghadiri KTT BRICS ke-18 yang berlangsung pada 12–13 September 2026. Menurut Camellia, kehadiran Indonesia dalam forum tersebut menunjukkan komitmen untuk memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama multilateral.

Camellia menilai pernyataan Presiden Prabowo mengenai posisi Indonesia yang tidak ingin didikte oleh kekuatan tertentu merupakan pesan diplomatik yang menunjukkan sikap Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional, 15 September 2026.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Sikap tegas beliau di forum BRICS menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki kedaulatan, harga diri, dan keberanian untuk menentukan kepentingan nasionalnya sendiri,” ujar Camellia.

Dalam sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”, Presiden Prabowo menekankan pentingnya membangun kekuatan nasional dari dalam negeri, termasuk melalui kemampuan memenuhi kebutuhan pangan, energi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Camellia menilai penguatan kemandirian nasional merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun posisi diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

“Diplomasi bukan hanya tentang bagaimana Indonesia dihormati di meja perundingan dunia, tetapi juga bagaimana kita memastikan rakyat Indonesia memiliki pangan yang cukup, energi yang kuat, ekonomi yang tumbuh, dan masa depan yang lebih sejahtera,” katanya.

Indonesia Harus Memperkuat Daya Tawar

Camellia mengatakan Indonesia perlu terus memperkuat ketahanan nasional agar memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika global.

Menurut dia, keanggotaan Indonesia di BRICS dapat dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain pangan, energi, perdagangan, pembiayaan pembangunan, teknologi, dan ekonomi.

“Indonesia terbuka bekerja sama dengan semua negara. Tetapi keterbukaan tidak boleh berarti ketergantungan. Kita harus bersahabat dengan dunia, sekaligus tetap berdaulat menentukan kepentingan bangsa sendiri,” tegas Camellia.

Ia berharap keterlibatan Indonesia dalam BRICS dapat menghasilkan manfaat yang konkret bagi masyarakat, terutama melalui perluasan peluang ekonomi, investasi, teknologi, perdagangan, dan penciptaan lapangan kerja.

“Saya berharap diplomasi yang kuat ini benar-benar diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi rakyat. BRICS harus menjadi ruang untuk membuka peluang ekonomi, investasi, teknologi, perdagangan, dan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Camellia menambahkan bahwa Indonesia perlu meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan global dan mengambil peran yang lebih besar dalam berbagai forum internasional.

“Indonesia tidak hanya ingin menjadi penonton dalam perubahan dunia. Indonesia harus menjadi bagian dari penentu arah perubahan tersebut. Kita ingin Indonesia maju, kuat, mandiri, dan semakin diperhitungkan dunia,” pungkasnya.

Pers Nasional
LAINNYA
Pers Nasional