Harianterbit.id KOTA SORONG — Kawasan reklamasi yang kini menjadi salah satu ikon strategis wisata Kota Sorong terus ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Papua Barat Daya (PBD), bahkan dari luar daerah.
Tingginya aktivitas pengunjung setiap hari membuat kawasan tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah dan pihak pengembang, terutama dari sisi fasilitas umum dan kenyamanan pengunjung.
Aktivis sekaligus penulis buku, Fardi Abubakar, meminta pihak pengembang bersama Pemerintah Kota Sorong dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memikirkan penyediaan tempat ibadah di kawasan reklamasi.
Menurut Fardi, dari tata letak bangunan yang telah tersedia saat ini, belum terlihat adanya fasilitas ibadah yang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya umat Islam yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Tempat ibadah seperti masjid atau musala sangat dibutuhkan di kawasan reklamasi. Ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan kawasan wisata yang nyaman dan mencerminkan toleransi antarumat beragama,” ujar Fardi Abubakar yang akrab disapa Hitler Tidore.
Ia menilai keberadaan tempat ibadah semakin penting karena kawasan reklamasi telah berkembang menjadi salah satu pusat keramaian yang didatangi masyarakat, termasuk para pedagang yang menghabiskan waktu untuk beraktivitas di lokasi tersebut.
Seperti halnya pusat perbelanjaan dan kawasan publik lainnya, fasilitas ibadah dinilai perlu disediakan agar masyarakat dapat menjalankan kewajiban agamanya tanpa harus meninggalkan kawasan wisata.
Menurut Fardi, kebutuhan fasilitas ibadah akan semakin terasa saat bulan Ramadan. Kawasan reklamasi diperkirakan menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat untuk menikmati suasana sore, berbuka puasa, hingga melaksanakan ibadah secara berjamaah.
Karena itu, musala berukuran kecil seperti yang umumnya tersedia di pusat perbelanjaan dinilai belum tentu mampu menampung jumlah jamaah ketika kawasan tersebut dalam kondisi padat.
Fardi mengusulkan agar pemerintah dan pihak pengembang menyediakan masjid dengan ukuran sekurang-kurangnya 10 x 8 meter. Menurutnya, ukuran tersebut cukup untuk menampung pengunjung, pedagang, maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan reklamasi untuk menunaikan ibadah secara berjamaah dengan lebih nyaman dan tertib.
Selain fasilitas ibadah, Fardi juga menyoroti persoalan parkir dan kebersihan. Ia meminta Dinas Perhubungan menugaskan atau membentuk petugas parkir secara resmi di kawasan tersebut.
Menurutnya, pengelolaan parkir yang tertata tidak hanya dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di sisi lain, dinas terkait juga diharapkan memperbanyak penyediaan tempat sampah agar kebersihan kawasan reklamasi tetap terjaga.
“Harapan kita, reklamasi tidak hanya ramai, tetapi juga menjadi tempat wisata yang bersih, indah, tertata, ramah lingkungan, dan nyaman bagi pengunjung. Dengan fasilitas ibadah, pengelolaan parkir yang baik, serta ketersediaan tempat sampah yang memadai, kawasan ini dapat terus berkembang menjadi sentral wisata terbuka Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya,” tandas Fardi. (Abdullah)