Pemprov Papua Tengah Perkuat Kesadaran Bela Negara, Susun Rencana Aksi Daerah

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Nov 2026 15:54 3 Redaksi

    Harianterbit.id Nabire – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat kesadaran bela negara melalui kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Bela Negara Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Hotel Carmel, Nabire, Kamis (5/11/2026).

    Mewakili Gubernur Papua Tengah, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, S.Sos., M.KP., menyampaikan sambutan sekaligus pesan penting mengenai penguatan nilai-nilai bela negara di tengah kehidupan masyarakat.

    Kegiatan yang mengusung tema “Menuju Papua Tengah Emas yang Adil, Berdaya Saing, Maju, Aman, Tertib dan Berkelanjutan” tersebut juga membawa semangat Rembuk Noken Kebangsaan: Sinergi ASN dan Seluruh Elemen Masyarakat dalam Aksi Nyata Bela Negara di Papua Tengah.

    Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Ukkas menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah selaku penyelenggara. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat wawasan kebangsaan, membangun integritas aparatur, serta menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.

    Dalam sambutannya, Ukkas menegaskan bahwa bela negara tidak boleh dimaknai secara sempit, sebatas menjaga wilayah perbatasan atau mengangkat senjata. Lebih dari itu, bela negara merupakan wujud kecintaan terhadap bangsa dan negara yang tercermin melalui sikap, tanggung jawab, serta pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.

    Ia menjelaskan, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), implementasi nilai-nilai bela negara dapat diwujudkan melalui kedisiplinan, kejujuran, integritas, loyalitas, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    ASN, lanjutnya, harus mampu menjadi teladan dengan menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab serta tidak menyalahgunakan kewenangan yang dipercayakan negara.

    Ukkas juga menekankan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab ASN, melainkan seluruh elemen masyarakat. Nelayan, petani, pedagang, pengusaha, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kaum perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

    Menurutnya, setiap warga negara dapat menunjukkan kecintaan terhadap bangsa dan negara melalui profesi masing-masing, selama dijalankan dengan jujur, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi sesama.

    Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menghormati nilai-nilai kebangsaan, serta memperkuat semangat persatuan sebagai bagian dari implementasi bela negara.

    Lebih lanjut, Ukkas menilai kegiatan tersebut memiliki arti penting karena menghadirkan narasumber dari berbagai institusi yang kompeten di bidangnya, yakni Subdirektorat Bela Negara Kementerian Dalam Negeri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Kepolisian Daerah Papua Tengah.

    Kehadiran para narasumber diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta mengenai wawasan kebangsaan dan penerapan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah, serta berbagai unsur masyarakat dan tokoh dari berbagai elemen.

    Partisipasi lintas sektor tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, damai, toleran, dan menjunjung tinggi persatuan di Provinsi Papua Tengah.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap pembinaan kesadaran bela negara dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, kaum perempuan, ASN, dan kelompok masyarakat lainnya.

    Dengan demikian, nilai-nilai cinta tanah air, toleransi, tanggung jawab, serta semangat kebangsaan tidak hanya menjadi pemahaman, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Selain pembinaan wawasan kebangsaan, penyusunan Rencana Aksi Daerah Bela Negara diharapkan menjadi langkah konkret untuk menerjemahkan nilai-nilai bela negara ke dalam berbagai program dan kegiatan nyata di daerah.

    Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan rencana aksi tersebut.

    Melalui semangat Rembuk Noken Kebangsaan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian sosial, serta berperan aktif dalam pembangunan daerah.

    Bela negara bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata demi mewujudkan Papua Tengah Emas yang adil, berdaya saing, maju, aman, tertib, dan berkelanjutan.

     

    [Dullah]

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional