JAKARTA – Bekerja maupun memperoleh beasiswa pendidikan di luar negeri menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas peluang karier global, sekaligus mendapatkan pengalaman hidup yang lebih mandiri.
Bekerja di luar negeri juga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan karier, pendapatan, dan kesejahteraan. Standar gaji di sejumlah negara yang lebih tinggi dibandingkan di Indonesia dinilai dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
Sementara itu, pendidikan di luar negeri dapat memberikan nilai tambah bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, pengalaman belajar di luar negeri juga membuka kesempatan membangun jaringan internasional serta memperoleh akses terhadap fasilitas riset dan teknologi modern.
Atas dasar pentingnya informasi tersebut, Mata Tunas 17 menggelar “Seminar Beasiswa Pendidikan dan Peluang Karier di Luar Negeri” di Aula SMK Tarakanita 1 Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Peserta seminar berasal dari sejumlah SMA/SMK yang selama ini bekerja sama dengan Mata Tunas 17. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi dan wawasan kepada para peserta mengenai peluang pendidikan maupun karier di luar negeri.
Seminar menghadirkan sejumlah pembicara profesional di bidangnya, yakni Agus Hermawan, S.Sos., selaku Career Practitioner & HR Consultant; Murbandini, M.Pd., akademisi dan motivator pendidikan; serta Ir. Agung Tamtomo, praktisi pendidikan dan beasiswa.
Namun, Ir. Agung Tamtomo berhalangan hadir karena memiliki keperluan di luar kota. Materinya kemudian diwakili oleh Verra Tri Satria selaku Koordinator Mata Tunas 17.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Seminar kemudian dibuka oleh Rusti Andayani selaku Pembina Mata Tunas 17, sebelum dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber secara bergantian.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Putri Rizky Salsabiela Chaniago sebagai moderator dan Aurelia Cahya Kirani sebagai MC. Keduanya merupakan siswi SMK Negeri 29 Jakarta yang tampil energik dalam memandu jalannya seminar.
“Saya mewakili Bapak Ir. Agung Tamtomo, sangat bahagia dapat memfasilitasi kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat untuk para pemuda,” kata Rusti Andayani selaku Pembina Mata Tunas 17 dalam sambutannya, Sabtu (29/8/2026).
Rusti juga menekankan pentingnya semangat untuk terus berjuang. Menurutnya, bekerja di luar negeri bukan semata-mata persoalan mendapatkan gaji lebih tinggi, tetapi juga kesempatan memperoleh pengalaman global serta mengenal standar kerja internasional yang menekankan kedisiplinan, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan multikultural.
Pembicara pertama, Murbandini, M.Pd., menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri serta memahami karakter belajar Auditori, Visual, dan Kinestetik (AVK). Hal tersebut dinilai penting agar calon pekerja Indonesia mampu mengenali potensi dirinya dan bersaing di tengah arus globalisasi.
Murbandini, yang merupakan pengajar di SMK Mulia Karya Husada, Jakarta Selatan, menyampaikan materi dengan cara yang interaktif. Ia menyisipkan sejumlah humor serta permainan yang berkaitan dengan kepercayaan diri sehingga suasana seminar menjadi lebih hidup dan membuat peserta semakin antusias.
“Perbanyaklah belajar agar lebih mengetahui potensi diri untuk menambah value atau nilai yang ada pada diri sendiri. Dengan begitu, kita akan selalu menjadi manusia yang bernilai,” kata Murbandini, M.Pd., saat memberikan materi.
Selanjutnya, pemateri utama, Agus Hermawan, S.Sos., menyampaikan pentingnya membangun jaringan internasional. Menurutnya, pengalaman bekerja maupun belajar di luar negeri dapat membuka kesempatan untuk berkenalan dengan para profesional, akademisi, dan masyarakat dari berbagai belahan dunia yang dapat memberikan manfaat bagi masa depan.
Selain memperluas jaringan, pengalaman di luar negeri juga dapat membentuk kemandirian, pola pikir, dan mentalitas yang tangguh. Tinggal jauh dari keluarga membuat seseorang dituntut untuk lebih mandiri, disiplin, serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan secara mandiri.
Dengan jargon “Pergi Jadi Pekerja, Pulang Jadi Juragan”, Agus berhasil membangkitkan semangat para peserta untuk berani mengambil peluang dan membangun masa depan.
“Perluasan wawasan dan mengenal budaya baru membuat seseorang lebih terbuka, toleran, dan kaya akan sudut pandang dalam menghadapi tantangan,” kata Agus Hermawan, S.Sos.
Pemaparan materi kemudian ditutup oleh Verra Tri Satria selaku pembicara ketiga yang mewakili Ir. Agung Tamtomo.
Verra memberikan motivasi kepada para peserta mengenai pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan dan memiliki jiwa petualang. Menurutnya, perkembangan berbagai aplikasi digital yang semakin memanjakan masyarakat berpotensi membuat aktivitas fisik maupun kemampuan berpikir generasi muda semakin berkurang jika tidak digunakan secara bijak.
Ia mengingatkan agar anak muda tidak terjebak dalam kebiasaan menjadi “insan rebahan” dan berani mengambil langkah untuk mengembangkan diri.
“Jangan takut melangkah, semua yang diperjuangkan tak ada yang sia-sia,” kata Verra saat memberikan materi.
Kegiatan seminar berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dan dilanjutkan dengan makan siang yang telah disiapkan oleh panitia.
Salah satu peserta, Nazwa Ufairah dari SMK Negeri 29 Jakarta, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia juga menilai penyampaian materi para narasumber berlangsung menarik dan tidak membosankan.
“Kegiatannya oke banget, banyak materi yang bisa didapat dan narasumbernya asik, jadi enggak ngebosenin,” kata Nazwa saat ditemui di lokasi kegiatan.

