
Jaga Citra Bali Lewat Gerakan Bersih Pantai Harianterbit.id | Jakarta – Dalam Rapat Koordinasi Forkopimda dan Kabupaten/Kota yang digelar tertutup, Koster menjelaskan, inisiatif ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo saat rakor nasional beberapa waktu lalu.
“Gerakan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI/Polri, desa adat, komunitas lingkungan, serta masyarakat luas,” ucap Koster, Jum’at (20/2/2026).
Ia menjelaskan tujuan utama program ini adalah untuk melindungi ekosistem laut, menjaga keindahan, serta mempertahankan citra Bali.
“Program ini bertujuan menjaga ekosistem laut, melindungi keindahan pantai, serta mempertahankan citra Bali di mata wisatawan domestik dan internasional,” terang Koster.
Koster menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus kepada Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia. Sehingga, segala persoalan yang dapat memengaruhi citra pariwisata perlu ditangani secara serius dan terpadu, seperti persoalan terkit sampah.
“Sesuai arahan Presiden, Bali mendapat perhatian khusus karena merupakan tujuan wisata dunia, salah satu yang menjadi penekanan adalah persoalan sampah terutama sampah di pantai yang dapat merusak citra pariwisata Bali,” papar Koster.
Koster mencontohkan kondisi sejumlah pantai, seperti Pantai Kuta di Kabupaten Badung yang sering mengalami peningkatan sampah kiriman pada musim tertentu, terutama pada bulan Desember hingga Januari.
Gerakan Bali Bersih Sampah secara serentak menjadi langkah konkret dan berkelanjutan di sejumlah pantai yang sudah dilakukan pembersihan sampah.
Koster juga menegaskan penanganan sampah tidak hanya fokus pada pantai saja, tetapi mencakup berbagai wilayah lainnya.
“Kita tidak hanya menangani sampah di pantai, tetapi juga sampah di daratan, sungai, dan danau, ini harus menjadi gerakan bersama, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat harus terlibat aktif,” terang dia.
Selain persoalan sampah, rapat koordinasi itu juga membahas sejumlah isu lain seperti penertiban spanduk dan reklame ilegal, peataan kabel listrik dan telekomunikasi, pengendalian kemacetan lalu lintas, penguatan keamanan dan ketertiban, serta pengendalian alih fungsi produktif.
Koster menegaskan seluruh kepala daerah di Bali harus mengambil langkah tegas dan terukur untuk menjaga lingkungan tetap bersih, aman, dan menjaga keberlanjutan pembangunan Bali.
“Kita harus bergerak bersama, memperkuat koordinasi, dan memastikan Bali tetap bersih, tertib, aman, dan nyaman, ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi seluruh pemerintah kabupaten/kota dan seluruh komponen masyarakat,” kata Koster.
Menurutnya, meski indikator makro pembangunan seperti pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen dengan angka kemiskinan dan pengangguran yang rendah.
Namun, keberhasilan pembangunan tetap harus diiringi dengan penguatan tata kelola lingkungan, budaya, dan pariwisata agar Bali tetap menjadi destinasi wisata unggulan dunia yang berkelanjutan.
