Keluarga Desak Polisi Tangkap Pelaku Penikaman, Jenazah FM Dibawa ke Polresta Sorong Kota
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026

Keterangan foto: Saat keluarga bawa jenazah almarhumah Fina Manibui, korban penikaman ke Polresta Sorong untuk meminta Keadilan.
Harianterbit.id | Kota Sorong – Keluarga korban penikaman membawa jenazah almarhumah FM ke Markas Polresta Sorong Kota, Rabu sore (4/2/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat kepolisian agar segera menangkap pelaku penikaman yang menewaskan korban.
Jenazah FM dibawa menggunakan mobil pikap. Setibanya di Polresta Sorong Kota, keluarga korban berteriak menuntut keadilan serta meminta kepolisian segera mengungkap kasus tersebut.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Sorong Kota, Kompol Andi Muhammad Nurul Yaqin, bersama jajaran menemui langsung keluarga korban dan menerima tuntutan yang disampaikan.
“Kedatangan keluarga korban ini berkaitan dengan peristiwa penikaman yang terjadi dini hari tadi. Kami menerima aspirasi dan tuntutan keluarga korban,” kata Kompol Andi kepada awak media.
Ia menjelaskan, peristiwa penikaman tersebut diduga dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap perempuan yang diduga merupakan pacarnya serta seorang pria yang diduga memiliki hubungan dengan korban.
“Motif sementara yang kami dalami adalah masalah asmara. Saat ini penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan,” ujarnya.
Menurut Kompol Andi, korban FM ditikam pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WIT di Jalan Nuri, Kota Sorong. Akibat penikaman tersebut, korban mengalami lima luka tusuk di tubuhnya dan meninggal dunia.
“Korban mengalami lima luka tusuk yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya sempat menjalani perawatan medis,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak kepolisian meminta keluarga korban agar membawa jenazah kembali ke rumah duka demi menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami mengimbau keluarga korban untuk membawa jenazah kembali ke rumah duka. Kepolisian akan menangani kasus ini secara profesional,” katanya.
Meninggalnya FM memicu reaksi warga sekitar Jalan Nuri dengan melakukan pemalangan jalan serta membakar ban di sekitar pertigaan Halte Malanu. Bahkan, satu korban penikaman lainnya dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
“Saat ini kami masih melakukan pengamanan di lapangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Kompol Andi.
(Jun)
- Penulis: Redaksi
- Editor: Abdullah