Lantik Pengurus PSMTI Papua Barat Daya, Willianto Tanta Tekankan Perkuat Persatuan dan Rawat Toleransi

waktu baca 3 menit
Minggu, 2 Agu 2026 12:47 9 Redaksi

    Harianterbit.id Sorong – Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Willianto Tanta, mengukuhkan dewan dan melantik Pengurus PSMTI Papua Barat Daya masa bakti 2026–2030.

    Pengukuhan dan pelantikan yang berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Sabtu (1/8/2026), dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu beserta istri, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Latuheru, Kasrem 181/PVT, serta pimpinan Bank BRI.

    Dalam sambutannya, Willianto Tanta mengatakan PSMTI telah berdiri selama 28 tahun. Menurutnya, baru kali ini pengurus pusat hadir secara resmi di Tanah Papua untuk melantik kepengurusan daerah.

    “Selama 28 tahun PSMTI berdiri, inilah momen resmi PSMTI hadir di Tanah Papua. Ini merupakan kali pertama pengurus pusat PSMTI datang langsung untuk melantik pengurus di Tanah Papua,” kata Willianto.

    Meski merupakan provinsi termuda di Indonesia, Willianto menilai Papua Barat Daya memiliki potensi sumber daya alam yang besar serta keberagaman budaya yang luar biasa.

    Karena itu, ia menekankan agar PSMTI Papua Barat Daya mampu memperkokoh persatuan, merawat toleransi, serta mempererat semangat Bhinneka Tunggal Ika.

    Willianto juga menitipkan empat pesan kepada Ketua PSMTI Papua Barat Daya terpilih, Fransiscus Adiwinata Thung, beserta jajaran pengurus.

    Pertama, memantapkan jati diri sebagai salah satu suku dalam keluarga besar bangsa Indonesia. Menurutnya, suku Tionghoa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberagaman suku di Nusantara. Karena itu, PSMTI harus menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal dengan memegang teguh prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

    Kedua, PSMTI harus berfokus pada kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Organisasi diharapkan memperkuat aksi sosial yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, seperti bakti sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi melalui UMKM lokal.

    Ketiga, meningkatkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. PSMTI diminta mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam percepatan pembangunan serta bersinergi dengan TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas keamanan daerah.

    Keempat, PSMTI harus menjadi bagian dari arus besar pembangunan bangsa dan tidak bersifat eksklusif.

    “PSMTI harus aktif mendorong penguatan ekonomi daerah, memajukan sektor perdagangan dan UMKM lokal, serta mendukung program-program strategis pemerintah daerah,” ujar Willianto.

    Ia mengakui tantangan ke depan tidak akan mudah. Namun, Willianto optimistis di bawah kepemimpinan Fransiscus Adiwinata Thung, yang didukung dewan dan seluruh pengurus, PSMTI Papua Barat Daya mampu memberikan warna positif dan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Sementara itu, Ketua PSMTI Papua Barat Daya, Fransiscus Adiwinata Thung, mengatakan pihaknya akan menyusun berbagai program kerja di bidang sosial, di antaranya bantuan sosial, donor darah, serta menggali potensi daerah, khususnya di sektor pariwisata.

    “Kami juga memiliki Perempuan Wirausaha Tionghoa Indonesia (POWTI) Papua Barat Daya yang akan diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata,” ujarnya.

    Fransiscus berharap PSMTI Papua Barat Daya dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, serta tokoh masyarakat guna mendukung kemajuan dan menjaga keamanan Kota Sorong maupun Provinsi Papua Barat Daya.

    Pada kesempatan yang sama, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Tionghoa yang telah berkontribusi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Papua.

    “Hidup kita harus menjadi berkat bagi siapa pun, walaupun itu kecil. Saya yakin masih banyak yang harus kita lakukan bersama untuk memajukan bangsa ini, khususnya Papua Barat Daya,” kata Elisa Kambu.

    Gubernur kembali mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” serta mengajak seluruh pihak untuk tidak ragu membangun Papua Barat Daya.

    Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mempererat silaturahmi sekaligus menjaga stabilitas daerah.

    Elisa Kambu menegaskan, kehadiran PSMTI Papua Barat Daya bukan untuk menunjukkan siapa yang lebih kuat, melainkan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

    “Provinsi Papua Barat Daya adalah rumah kita bersama. Karena itu, seluruh pihak harus bersama-sama memastikan daerah ini tetap aman dan damai,” pungkasnya. (Jun)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional