Jakarta — Deretan alutsista, teknologi pertahanan, dan berbagai perlengkapan militer menjadi perhatian pengunjung dalam gelaran TNI Fair pada 19-20 September 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Di tengah antusiasme masyarakat tersebut, Kepala Bidang Pertahanan dan Keamanan (Kabid Hankam) Pemuda Pemudi Bela Negara Republik Indonesia (PPBN RI), Ario Seno turut hadir meninjau langsung pameran yang menampilkan berbagai aspek kekuatan pertahanan Indonesia.
Kunjungan Kabid Hankam PPBN RI tersebut menjadi momentum untuk melihat lebih dekat perkembangan teknologi pertahanan sekaligus mengikuti dinamika pembangunan kekuatan pertahanan nasional. Sejumlah stan dan area pameran yang menampilkan alutsista, perlengkapan prajurit, teknologi pendukung operasi, serta produk industri pertahanan menjadi bagian yang ditinjau dalam kunjungan tersebut.
TNI Fair tidak sekadar menghadirkan pameran alutsista kepada publik. Kegiatan ini juga membuka ruang interaksi antara TNI, industri pertahanan, komunitas, dan masyarakat. Kehadiran masyarakat secara langsung memberikan gambaran bahwa isu pertahanan tidak hanya menjadi perhatian kalangan militer, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan edukatif yang penting bagi publik.
Bagi PPBN RI, ruang interaksi semacam ini memiliki arti penting dalam membangun kesadaran bela negara. Generasi muda perlu memahami bahwa pertahanan negara tidak hanya berbicara mengenai persenjataan, tetapi juga menyangkut sumber daya manusia, teknologi, industri pertahanan, inovasi, serta kesiapan nasional dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis.
“Pertahanan negara merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, generasi muda perlu memiliki wawasan yang memadai mengenai perkembangan teknologi, industri, dan strategi pertahanan Indonesia,” demikian pesan yang menjadi semangat dalam kunjungan tersebut.
Perkembangan industri pertahanan dalam negeri juga menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai produk dan teknologi pertahanan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat perkembangan kemampuan nasional dalam menghasilkan teknologi yang mendukung kebutuhan pertahanan.
Bagi PPBN RI, pemahaman terhadap perkembangan tersebut penting untuk membangun perspektif bela negara yang lebih luas. Bela negara tidak berhenti pada aspek patriotisme, tetapi juga dapat diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kompetensi, kepedulian terhadap lingkungan strategis, serta kontribusi sesuai bidang masing-masing.
Kunjungan Kabid Hankam PPBN RI ke TNI Fair sekaligus mempertegas perhatian organisasi PPBN RI terhadap isu pertahanan dan keamanan nasional. Interaksi dengan berbagai pihak dalam ekosistem pertahanan diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara generasi muda, komunitas, institusi pertahanan, akademisi, dan industri nasional.
Dari kawasan Monas, pesan yang mengemuka bukan semata tentang kecanggihan alutsista yang dipamerkan. Lebih jauh, TNI Fair menjadi ruang untuk mendekatkan isu pertahanan kepada masyarakat dan menumbuhkan kesadaran bahwa kekuatan pertahanan nasional pada akhirnya bertumpu pada keterlibatan seluruh komponen bangsa.

