Harianterbit.id Kota Sorong – Dugaan aktivitas penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kompleks Siswa, Kampung Baru, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya, menjadi perhatian warga. Lokasi yang diduga digunakan untuk menyimpan BBM tersebut disebut berada berdekatan dengan permukiman penduduk.
Kepada media ini, Senin (24/8/2026), sejumlah warga yang enggan namanya disebut mengaku khawatir terhadap keberadaan lokasi tersebut. Kekhawatiran terutama menyangkut risiko kebakaran yang dinilai dapat mengancam keselamatan warga apabila terjadi insiden.
“Yang kami takutkan kalau terjadi kebakaran. Lokasinya dekat dengan rumah warga,” ujar salah seorang warga.
Menindaklanjuti laporan warga, beberapa awak media kemudian mendatangi lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan BBM tersebut. Kedatangan awak media dilakukan untuk melihat kondisi lokasi sekaligus menelusuri informasi yang disampaikan warga.
Menurut warga, lokasi tersebut berada tidak jauh dari perumahan masyarakat. Mereka juga menyebut mobil-mobil tangki kerap keluar-masuk ke lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan BBM tersebut.
Menurut keterangan warga, BBM yang diduga disimpan di lokasi tersebut disebut berasal dari praktik yang oleh warga disebut sebagai “kencingan” dari truk jasa transportir berwarna biru-putih. Namun, informasi tersebut belum terverifikasi secara independen dan masih memerlukan pemeriksaan aparat penegak hukum untuk memastikan asal-usul BBM tersebut.
Keberadaan mobil tangki dan dugaan asal-usul BBM itu turut memunculkan pertanyaan warga mengenai legalitas kegiatan di lokasi tersebut. Warga meminta aparat berwenang melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber BBM, dokumen pengangkutan, serta izin penyimpanan BBM.
Informasi yang diperoleh media ini juga menyebut lokasi tersebut diduga berkaitan dengan seorang pengusaha berinisial FD. Dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak yang bersangkutan.
Menurut keterangan warga, aktivitas yang diduga berkaitan dengan lokasi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan apakah telah dilakukan penindakan hukum terhadap dugaan aktivitas tersebut.
Wartawan media ini juga telah berupaya menghubungi FD melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait dugaan tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi tersebut belum membuahkan hasil.
Atas laporan dan kekhawatiran warga, aparat penegak hukum (APH) diminta segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan legalitas kegiatan, asal-usul BBM, dokumen pengangkutan, serta izin penyimpanan BBM.
Warga berharap pemeriksaan dilakukan secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, terlebih lokasi yang diduga digunakan untuk menyimpan BBM berada di sekitar permukiman masyarakat.
Terkait dugaan tersebut, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada aparat penegak hukum untuk memperoleh keterangan resmi sekaligus memastikan informasi mengenai aktivitas, legalitas, dan asal-usul BBM yang diduga berada di lokasi tersebut. (Abdullah)