Harianterbit.id | Sorong – Kondisi masyarakat Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya pasca penyerangan dan pembunuhan dua tenaga kesehatan masih menyisakan kekhwatiran warga. Kendati demikian, aparat keamanan berupaya memberikan rasa aman bagi warga, termasuk yang mengungsi.
Untuk memberikan rasa aman sekaligus sebagai bentuk hadirnya negara, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Dofior Jaya Polda Papua Barat Daya melaksanakan kegiatan trauma healing di sejumlah Kampung di Kabupaten Tambrauw, diantaranya Kampung Bano, Bamusbama, dan Kampung Bamuswaiman.
“Kegiatan ini sebagai wujud nyata sekaligus perhatian negara kepada masyarakat yang membutuhkan pemulihan secara psikologis maupun sosial,” jelas pelaksana tugas Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Hengkelare, Minggu (12/04/2026).
Kompol Jenny menambahkan, selain melakukan trauma healing, kegiatan sosial lainnya yang dilakukan personel satgas Dofior Jaya Polda Papua Barat Daya antara lain pembagian sembako untuk membantu meringankan beban hidup, layanan kesehatan dan pengobatan gratis sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perwira yang pernah bertugas di Polres Sorong Kota itu mengaku, suasana hangat dan penuh kebersamaan juga tercipta melalui kegiatan merajut bersama para mama-mama kampung, yang tidak hanya menjadi sarana produktif tetapi juga mempererat hubungan emosional.
Sementara itu, anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan mewarnai dan menerima mainan, yang diharapkan mampu mengembalikan keceriaan serta rasa aman dalam diri mereka.
Jenny berharap trauma healing ini dapat membangun kembali semangat dan optimisme masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara aparat kepolisian dan warga.
Ia juga berharap, pendekatan humanis yang dilakukan menjadi bukti bahwa kehadiran polri bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung masyarakat dalam setiap situasi. (Jun)