implementasi Program Skrining Sistematis Harianterbit.id | Ciamis – Upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui implementasi Program Skrining Sistematis yang menyasar kelompok masyarakat berisiko tinggi. Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan deteksi dini serta penanganan yang komprehensif untuk mencegah penyebaran penyakit di tengah masyarakat.
Kegiatan layanan Skrining Sistematis Tuberkulosis tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Kamis (7/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, program ini menargetkan sekitar 135 orang sebagai sasaran pemeriksaan, baik masyarakat yang pernah menjalani pengobatan TBC maupun yang saat ini masih menjalani pengobatan. Hal tersebut disampaikan oleh Upen Suhendar selaku Penanggung Jawab Program Skrining Sistematis Tuberkulosis Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Panjalu, Kabupaten Ciamis.
“Ada tiga kategori populasi utama yang menjadi prioritas intervensi kesehatan dalam Program Skrining Sistematis Tuberkulosis (TBC). Pertama, kontak erat dari indeks kasus, yaitu orang-orang yang memiliki riwayat kontak langsung dengan penderita TBC aktif guna mencegah rantai penularan lebih lanjut,” ungkap Upen Suhendar.
Menurutnya, sasaran kedua adalah penderita penyakit penyerta atau komorbid, seperti Diabetes Melitus dan orang dengan HIV/AIDS, yang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi maupun mengalami perkembangan penyakit lebih cepat.
“Mereka harus segera mendapatkan penanganan dan pengobatan agar mata rantai penularan Tuberkulosis dapat diputus,” jelasnya.
Sementara itu, sasaran ketiga adalah masyarakat dengan status gizi kurang, termasuk mereka yang mengalami kekurangan gizi dan memiliki berat badan rendah.
Kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis ini melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, UPTD Kesehatan, serta Puskesmas Panjalu.
Melalui pendekatan yang terstruktur dan menyeluruh tersebut, diharapkan lebih banyak kasus TBC dapat ditemukan sejak dini sehingga pengobatan dapat segera dimulai.
“Hal ini tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan pasien, tetapi juga sebagai upaya maksimal dalam memutus mata rantai penularan di masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang bebas TBC,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ciomas, Devi Yulviana, menyambut baik sekaligus mengapresiasi pelaksanaan Program Skrining Sistematis Tuberkulosis yang digelar di wilayahnya.
“Program ini merupakan langkah yang sangat strategis dan tepat, mengingat TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang perlu kita tangani bersama-sama,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Desa Ciomas siap mendukung penuh seluruh upaya yang dilakukan tim kesehatan, mulai dari sosialisasi, pendataan, hingga pendampingan bagi warga yang membutuhkan.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak ragu dan dapat berpartisipasi aktif dalam program ini. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat,” pungkasnya.
(Lili Romli)

