x

Krisis Akses dan Keamanan, Pendidikan di Foug Terhenti Selama Setahun

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Apr 2026 16:13 30 Redaksi

    Harianterbit.id | Maybrat – Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) YPK Ebenezer Foug, Kampung Foug, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, dilaporkan terhenti selama kurang lebih satu tahun. Kondisi ini mengakibatkan puluhan anak kehilangan akses terhadap pendidikan dasar yang menjadi hak mereka.

    Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa terhentinya kegiatan pendidikan di sekolah tersebut dipicu oleh sejumlah kendala, di antaranya akses menuju lokasi yang dinilai sulit, keterbatasan fasilitas pendukung, serta faktor keamanan di wilayah setempat.

    Seorang orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejak satu tahun terakhir tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihak guru pernah menyampaikan alasan terkait kondisi di lapangan yang dianggap tidak memungkinkan untuk menjalankan kegiatan pendidikan secara normal.

    “Sudah satu tahun tidak ada kegiatan belajar. Kami pernah bertanya kepada guru, tetapi mereka menyampaikan bahwa akses ke sekolah sangat jauh, fasilitas di Kampung Foug tidak memadai, serta ada faktor keamanan. Akibatnya, guru-guru tidak datang untuk mengajar,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Rabu (15/4/2026).

    Meski demikian, masyarakat menilai alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas terhentinya proses pendidikan dalam jangka waktu yang panjang.Warga menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar anak yang harus tetap dipenuhi, terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

    “Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas. Anak-anak kami butuh pendidikan.Ini satu-satunya sekolah di kampung kami. Kalau tidak berjalan,kami tidak tahu harus menyekolahkan anak ke mana,” ungkapnya.

    Kondisi ini dinilai telah berkembang menjadi persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada aspek pendidikan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda di wilayah tersebut.Anak-anak di Kampung Foug kehilangan kesempatan belajar yang sangat penting dalam membentuk dasar pengetahuan dan keterampilan mereka.

    Selain itu, situasi ini juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan pendidikan di daerah terpencil. Fakta bahwa sebuah sekolah dapat vakum selama satu tahun tanpa adanya penanganan yang jelas menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan serta tanggung jawab pihak terkait.

    Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan memperlebar kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, serta meningkatkan risiko putus sekolah di kalangan anak-anak.

    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait. Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Ketua Komite SD YPK Ebenezer Foug, Yohanis Tamunete, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Maybrat, termasuk Sekretaris Daerah Feri Taa dan Wakil Bupati Maybrat, belum mendapat respons.

    Minimnya respons dari pihak berwenang semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap kurangnya perhatian terhadap persoalan pendidikan di wilayah tersebut.

    Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Maybrat segera mengambil langkah konkret, seperti memastikan kehadiran tenaga pendidik, memperbaiki akses dan fasilitas pendidikan, serta menjamin keamanan di lingkungan sekolah.

    Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan agar tidak ada lagi sekolah di daerah terpencil yang terhenti operasionalnya dalam jangka waktu lama, sehingga hak pendidikan anak-anak tetap terjamin secara merata. (Abdullah)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional
    x