Gubernur Meki Nawipa Luncurkan Program BANGKIT Papua Tengah, Seribu Anak Usia 0-4 Tahun Terima Insentif Bulanan

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Jul 2026 19:52 8 Redaksi

    Harianterbit.id | Nabire – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meluncurkan Program Strategis Gubernur bertajuk Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh (BANGKIT) Papua Tengah dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah.

    Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka stunting dan kemiskinan.

    Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengumumkan sebanyak 1.000 anak usia 0-4 tahun di Kabupaten Puncak Jaya, Intan Jaya, Dogiyai, dan Paniai akan menerima bantuan sebesar Rp350.000 per bulan. Bantuan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

    Meki Nawipa mengatakan kondisi Papua Tengah saat ini sangat berbeda dibandingkan ketika wilayah tersebut masih menjadi bagian dari Provinsi Papua. Saat itu, setiap kabupaten harus mempresentasikan usulan program kepada pemerintah provinsi agar memperoleh dukungan anggaran.

    “Saat itu terdapat 29 kabupaten dan satu kota yang harus bersaing meyakinkan Gubernur Lukas Enembe. Puji Tuhan, ketika saya menjadi Bupati Paniai, saya berhasil meyakinkan beliau sehingga Paniai memperoleh Program Bangga Papua, sementara tidak semua kabupaten mendapat kesempatan yang sama,” ujarnya.

    Ia menambahkan, saat menjabat sebagai Bupati Paniai, pemerintah daerah juga menjalankan Program Lansia Paniai sebagai bentuk kolaborasi dengan program pemerintah provinsi. Menurutnya, semangat kolaborasi tersebut kini kembali diterapkan melalui Program BANGKIT Papua Tengah guna mempercepat pembangunan di seluruh wilayah.

    Gubernur menegaskan kesempatan menghadirkan program sebesar ini tidak datang setiap saat. Karena itu, ia meminta seluruh pemerintah kabupaten, organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat bersama-sama mengawal pelaksanaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

    Menurut Meki Nawipa, Program BANGKIT hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan pembangunan di Papua Tengah. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, angka stunting di Papua Tengah mencapai sekitar 32,5 persen, sementara angka kemiskinan berada di kisaran 28,90 persen. Meski demikian, ia mengakui pemerintah masih membutuhkan data yang benar-benar valid sebagai dasar penyusunan kebijakan.

    Karena itu, ia meminta dukungan seluruh pemerintah daerah hingga aparat kampung untuk memperbaiki pendataan. Data yang akurat mengenai angka kemiskinan, stunting, hingga angka kematian dinilai sangat penting agar setiap program pembangunan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    Meki Nawipa menjelaskan, keberhasilan seorang gubernur maupun bupati dapat diukur dari kemampuannya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, peningkatan IPM tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui intervensi nyata seperti pemenuhan gizi anak, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi keluarga yang tercermin dari peningkatan pendapatan masyarakat.

    Ia juga mengungkapkan proses menghadirkan Program BANGKIT tidaklah mudah. Papua Tengah sempat dipandang sebagai daerah dengan berbagai tantangan sehingga pemerintah provinsi bersama tim harus melakukan berbagai pendekatan, termasuk bertemu dengan Kedutaan Besar Australia serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri guna memperoleh dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

    Peluncuran Program BANGKIT menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-4 Provinsi Papua Tengah. Setelah peluncuran awal, pemerintah provinsi akan menggelar peluncuran secara besar-besaran di lapangan terbuka agar masyarakat mengetahui secara langsung sasaran penerima, mekanisme pelaksanaan, serta manfaat program tersebut.

    Mengakhiri sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan Program BANGKIT telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua Tengah sehingga memiliki landasan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menyebut program tersebut sebagai Program Strategis Gubernur Papua Tengah yang akan terus dijalankan selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Papua Tengah atas kerja keras dalam mempersiapkan program tersebut. Pemerintah Provinsi Papua Tengah pun optimistis pembangunan Kantor Gubernur dapat segera diselesaikan secara mandiri. Pada akhir tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran bantuan kepada 1.000 anak usia 0-4 tahun sebagai tonggak awal implementasi Program BANGKIT Papua Tengah.

     

    (Abdullah)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional