Operasi Pasar BULOG: Beras Berkualitas dengan Harga yang Ramah di Kantong

waktu baca 2 menit
Sabtu, 5 Sep 2026 19:59 1 Redaksi

    Harianterbit.id Lebak  — Beras bukan sekadar barang dagangan. Ia adalah kebutuhan paling dasar, yang harus ada di setiap meja makan keluarga, setiap hari.

    Menyadari hal itu, Perum BULOG Kantor Cabang Lebak–Pandeglang bergerak mendekat ke masyarakat, memastikan pangan pokok rakyat tetap tersedia dan yang paling penting dengan harga yang tidak membebani.

    Di tengah dinamika harga yang kadang membuat warga cemas, BULOG hadir langsung ke pasar-pasar rakyat. Melalui Operasi Pasar di Pasar SP2KP Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dan Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang. Bulog harus memastikan beras berkualitas disalurkan secara langsung kepada warga, dengan harga yang wajar dan terjangkau.

    Kepala Cabang BULOG Lebak–Pandeglang, Muhamad Syaukani, menyampaikan dengan tulus bahwa menjaga harga beras tetap terjangkau adalah bentuk kepedulian terhadap setiap keluarga. Menurutnya, ini bukan sekadar jual beli, ini adalah bukti bahwa negara harus hadir di pasar, di tengah warga, di saat kebutuhan paling dirasakan.

    “Beras adalah kebutuhan setiap rumah tangga. Tidak boleh ada warga yang kesulitan membelinya. Kalau berasnya aman dan harganya terjangkau, hati masyarakat pun tenang. Itulah tujuan kami hadir lebih dekat, memberikan beras berkualitas dengan harga yang ramah di kantong, sehingga setiap keluarga bisa makan dengan cukup,” kata Muhamad Syaukani saat mendampingi kegiatan Operasi Pasar, Jumat (5/9/2026).

    Stok beras yang dikuasai BULOG dipastikan aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Lebak maupun Pandeglang. Namun, bagi BULOG, mencukupi saja belum cukup harus dijangkau. Oleh karena itu, Operasi Pasar dilakukan bukan hanya untuk menyalurkan beras, melainkan untuk menyeimbangkan harga, sehingga warga tidak perlu khawatir terjebak kenaikan harga yang memberatkan.

    BULOG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan memantau perkembangan harga di lapangan secara berkala. Langkah kecil namun bermakna ini dilakukan berulang-ulang, karena ketahanan pangan tidak cukup hanya sekali, ia harus dijaga setiap hari.

    “Kami tidak membiarkan warga sendirian. Pemantauan dan Operasi Pasar akan terus kami lakukan. Agar beras selalu ada, harganya tetap wajar, dan tidak ada satu pun keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan pokoknya,” tegas Muhamad Syaukani.

    Di akhir kegiatan, satu hal yang terasa menyatu: kehadiran BULOG bukan sekadar menjual beras, melainkan menenangkan hati masyarakat. Bahwa untuk kebutuhan paling dasar, negara hadir, peduli, dan berusaha memastikan semua orang bisa makan dengan cukup.

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional