Foto (red) Harianterbit.id | Lebak – Pelaksanaan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Sekolah Menengah Pertama (SMP) tingkat Kabupaten Lebak tahun 2026 resmi dibuka. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung SMPN 1 Cipanas, Jalan Raya Rangkasbitung–Bogor Km 36, Sipayung, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, pada Rabu (13/5/2026).
Pembukaan FLS3N dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Dody Irawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ajang ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda kreatif yang siap mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi maupun nasional.
Para pelajar SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Lebak tampil menunjukkan kemampuan dan kreativitas terbaiknya dalam bidang seni dan sastra. Menurut Dody, pelaksanaan FLS3N menjadi momentum penting untuk menemukan talenta-talenta muda berbakat di kalangan pelajar.
“Seni bukan sekadar hiburan atau hobi semata, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter, penguatan kepekaan sosial, serta sarana melatih kedisiplinan dan sportivitas siswa,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif dan berkarakter. Prestasi yang diraih para peserta diharapkan tidak berhenti di tingkat kabupaten, melainkan mampu menembus kompetisi tingkat Provinsi Banten hingga nasional.
Kepada seluruh peserta, Dody berpesan agar tampil percaya diri dan menjadikan kompetisi ini sebagai ruang belajar sekaligus memperluas persahabatan antarpelajar.
“Tampilkan kemampuan terbaik yang telah dilatih selama ini. Jangan takut berekspresi dan berinovasi, karena kalian adalah duta seni dari sekolah masing-masing,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman selama mengikuti kompetisi akan menjadi bekal penting bagi masa depan para siswa. Di akhir sambutannya, Dody menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari kepala sekolah, dewan juri, panitia, hingga para guru pendamping.
“Selamat berkompetisi dan tetap junjung tinggi sportivitas (fair play),” pungkasnya.
(Penulis: Welly)

