
Pemalanggan Rumah wakil bupati Maybrat akibat janji politik lulusan ASN ketika Nanti sukses di pilih. Harianterbit.id | Maybrat – Sejumlah warga melakukan aksi pemalangan rumah Wakil Bupati Maybrat, Ferinando Salosa, sebagai bentuk kekecewaan terhadap proses pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Maybrat.
Aksi ini dipicu karena sebagian warga yang tidak lolos seleksi pengangkatan pegawai honor daerah merasa dirugikan. Surat keputusan pengangkatan PNS telah diserahkan, namun hanya beberapa orang tertentu yang diangkat.
“Kami sangat kecewa karena tidak diangkat menjadi pegawai, sementara adik atau kakak kami yang diangkat justru diduga karena faktor politik. Mereka yang diangkat, pekerjaan mereka waktu pemilu apa?” ujar salah seorang warga yang merasa dirugikan, seperti diunggah di akun Facebook milik Basna Kiki Nauw.
Warga menyebut janji manis yang diberikan saat masa kampanye Bupati dan Wakil Bupati tidak sesuai kenyataan. “Sejak pencalonan, kami dijanjikan akan diangkat, tapi waktunya tidak sesuai dengan yang dijanjikan saat pemilu,” tambahnya.
Belakangan, berbagai aksi pemalangan mulai marak terjadi di wilayah Kabupaten Maybrat selama masa kepemimpinan Bupati Karel Murafer dan Wakil Bupati Ferinando Salosa.
Aksi sebelumnya antara lain pemalangan rumah bupati oleh masyarakat terkait posisi jabatan asisten yang dianggap tidak sesuai, hingga pemalangan sekolah di wilayah Aifat oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua DPRD Maybrat.
Hingga berita ini diterbitkan, Bupati maupun Wakil Bupati Maybrat belum memberikan klarifikasi terkait aksi pemalangan yang terus berulang di wilayah pemerintahan Kabupaten Maybrat.
(Abdullah)
