x

Hidup dalam Sunyi, Warga di Lebak Lumpuh Sejak Lahir Terlupakan Bantuan Sosial

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Des 2025 20:11 131 Redaksi

    Harianterbit.id Lebak – Nasib pilu dialami Arni (26), seorang perempuan warga Kampung Talun RT 02/03, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Sejak lahir, Arni mengalami lumpuh total. Ia tidak mampu berjalan, duduk, bahkan beraktivitas seperti manusia pada umumnya.

    Selama 26 tahun hidupnya, Arni hanya bisa terbaring lemah di dalam kamar, sepenuhnya bergantung pada perawatan sang ibu.

    Arni dirawat seorang diri oleh ibu kandungnya, Aisah, seorang ibu rumah tangga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Demi bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan anaknya, Ibu Aisah harus berjualan gorengan keliling kampung dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi ekonomi keluarga ini terbilang sangat memprihatinkan.

    Menurut salah seorang warga setempat, Yogi Tamrin, S.Pd., yang akrab disapa Igoy, kondisi Arni dan ibunya sangat layak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

    “Saya kebetulan aktif di organisasi BPPKB DPAC Cibadak sebagai Humas. Di kampung kami ada satu keluarga yang kehidupannya sungguh kurang beruntung. Seorang perempuan bernama Arniyuningsih, usia 26 tahun, sejak lahir tidak bisa berjalan maupun duduk. Ia hanya bisa terbaring lemah di kamarnya hingga sekarang,” ujar Igoy saat dihubungi awak media, Selasa (30/12/2025).

    Igoy menjelaskan, sejak bayi hingga kini berusia 26 tahun, Arni sepenuhnya dirawat oleh ibunya, Ibu Aisah, tanpa bantuan siapa pun.

    “Ibu Aisah tidak punya pekerjaan tetap. Beliau hanya ibu rumah tangga yang rela berjualan gorengan keliling kampung demi menghidupi anaknya yang lumpuh. Kehidupan mereka benar-benar pas-pasan,” lanjutnya.

    Yang lebih menyedihkan, kata Igoy, keluarga ini tidak pernah tersentuh bantuan sosial apa pun, baik bantuan beras, minyak, maupun bantuan uang tunai dari pemerintah.

    “Yang paling menyedihkan bagi Ibu Aisah adalah, meskipun banyak program bansos, keluarganya tidak pernah menerima bantuan sama sekali. Padahal seharusnya merekalah yang sangat layak mendapatkan bantuan tersebut,” ungkap Igoy.

    Saat ini, Ibu Aisah hanya bisa berharap ada uluran tangan dari pemerintah maupun pihak lain yang peduli untuk membantu biaya perawatan anaknya, baik berupa bantuan barang, pengobatan, maupun bantuan finansial.

    “Kami berharap pemerintah dapat meninjau langsung kondisi Arni. Selama ini keluarga ini seolah terabaikan dan belum pernah tersentuh perhatian pemerintah,” tambahnya.

    Igoy juga berharap melalui pemberitaan ini, pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat membuka mata dan segera mengambil langkah nyata.

    “Saya berharap dengan adanya pemberitaan ini, pemerintah bisa mendengar dan hadir membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional
    x