Ketua Tim Perlindungan Tanaman Jabar: FFD Dorong Pertanian Organik di Ciamis

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Okt 2026 17:23 5 Redaksi

    Harianterbit.id Ciamis – Kegiatan Farmer Field Day (FFD) dalam rangka Pemberdayaan Petani dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Agens Pengendali Hayati (APH) berlangsung di Kelompok Tani Motekar III, Desa Sindang Mukti, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, pada Kamis (22/10/2026).

    Kegiatan ini menjadi momen penting untuk melihat langsung hasil implementasi kegiatan P4 sekaligus memperkuat langkah menuju pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

    Ketua Tim Perlindungan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Nugroho Disasongko, menjelaskan bahwa kegiatan FFD ini diselenggarakan untuk memantau keterlaksanaan kegiatan P4 di Kabupaten Ciamis, dengan harapan petani di daerah ini dapat mewujudkan pertanian organik dan ramah lingkungan yang mengandalkan bahan-bahan yang berasal dari alam — baik berupa pupuk organik maupun agens pengendali hayati dan nabati.

    “Produktivitas pertanian Jawa Barat saat ini mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan. Melalui pendekatan ini, kita kembali memanfaatkan apa yang disediakan alam untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus menjaga kelestariannya,” ujar Nugroho.

    Ia juga menekankan bahwa tantangan terbesar terletak pada perubahan pola pikir petani. Kebiasaan menggunakan pupuk dan pestisida kimia karena hasilnya terlihat instan memang tidak mudah diganti. Namun melalui pembelajaran bertahap, petani dilatih untuk mengamati kondisi lahan dan memahami keseimbangan alam — termasuk keberadaan organisme yang saling melengkapi dan menyehatkan lingkungan pertanian.

    Sementara itu Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Novi Nuryanti, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Balai Perlindungan Pertanian Provinsi Jawa Barat dan Direktorat Jenderal Perlindungan Tanaman Pangan atas dukungan dan kerja samanya.

    “Kami telah melaksanakan Sekolah Lapang Pertanian Berkelanjutan pada tahun 2025, dan Alhamdulillah tahun 2026 ini dapat dilanjutkan dengan kegiatan P4. Ilmu yang didapat melengkapi pengetahuan para petani di Ciamis. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan berkembang demi pertanian yang lebih sehat dan produktif,” ungkap Novi.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi awal perubahan yang berkelanjutan, tidak hanya di Panumbangan, tetapi dapat menyebar ke seluruh Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat pada umumnya.

    Lili Romli

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional