Kurangi Pestisida Kimia, Motekar 3 Panumbangan Kolaborasi dengan Kementerian Pertanian

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Okt 2026 14:38 1 Redaksi

    Harianterbit.id Ciamis — Kelompok Tani Motekar 3, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dalam pengembangan dan pemanfaatan Agens Pengendali Hayati (APH), Kamis (22/10/2026).

    Kerja sama tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani dalam menerapkan sistem perlindungan tanaman yang efektif, efisien, serta berwawasan lingkungan.

    APH merupakan metode pengendalian organisme pengganggu tumbuhan dengan memanfaatkan musuh alami atau agen biologis. Penerapan metode ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

    Program pengembangan APH di Kelompok Tani Motekar 3 telah dilaksanakan melalui sembilan kali pertemuan dalam rangkaian kegiatan Farmers Field Day (FFD). Kegiatan tersebut melibatkan petani dan pembina secara berkesinambungan untuk memperkuat pengetahuan serta keterampilan dalam menerapkan teknologi pengendalian hayati di lahan pertanian.

    Hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dilaporkan menunjukkan perkembangan positif, termasuk peningkatan kualitas dan kuantitas produksi padi di wilayah setempat.

    Koordinator Bidang GACCORS, Kuswara Suwarman, mengatakan bahwa pemberdayaan petani melalui program ini difokuskan pada penguatan sumber daya manusia pertanian. Upaya tersebut mencakup edukasi dan pendampingan, pengembangan APH sesuai standar, hingga penerapan langsung di lahan usaha tani.

    Selain peningkatan keterampilan, penguatan kelembagaan kelompok tani juga menjadi perhatian. Dengan demikian, kelompok tani diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pembelajaran sekaligus percontohan penerapan pertanian ramah lingkungan bagi wilayah lainnya.

    “Pengembangan APH bukan sekadar memperkenalkan teknologi baru, tetapi membangun kesadaran petani agar mampu mengamati, menganalisis, dan mengambil keputusan terbaik bagi lahan pertaniannya sendiri. Semoga Kelompok Tani Motekar 3 dapat menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujar Kuswara.

    Melalui kerja sama tersebut, sinergi antara pemerintah dan petani diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan sistem pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

    Penerapan APH juga diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

     

    Lili Romli

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional