Harianterbit.id Lebak — Ladang huma yang biasanya hijau dan subur kini mulai mengering. Tanaman padi yang dirawat dengan sabar selama berbulan-bulan mulai layu karena hujan tak kunjung turun. Di tengah kecemasan warga Baduy yang menghadapi ancaman gagal panen akibat kemarau panjang, sebuah kedatangan membawa harapan baru.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai NasDem sekaligus Ketua Umum DPP Petani NasDem, Arif Rahman, S.H., meluangkan waktu untuk turun langsung ke wilayah adat Baduy, Selasa (8/9/2026). Bukan sekadar berkunjung, ia datang untuk mendengarkan, merasakan, dan hadir bersama warga yang sedang berjuang melawan kekeringan yang semakin parah.
Keringat menetes di bawah terik matahari yang menyengat, Arif berjalan menyusuri jalan setapak menuju kampung-kampung adat. Di sana, ia melihat sendiri ladang-ladang huma yang mulai mengering, sumber air yang makin menyusut, dan wajah-wajah warga yang tampak cemas memikirkan masa depan panen mereka.
“Kami hadir di sini bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi untuk merasakan langsung apa yang dirasakan saudara-saudara kita di Baduy. Ketika ladang mereka kering, ketika air mereka makin sulit didapat, itu juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Apa yang dirasakan masyarakat Baduy juga menjadi perhatian kami di pusat,” ujar Arif dengan nada tulus.
Di tengah kekhawatiran itu, Arif membawa bantuan yang sangat dibutuhkan: sembilan bahan pokok (sembako) berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan sederhana namun sangat berarti — setidaknya warga tidak perlu terlalu cemas memikirkan kebutuhan makan sehari-hari di tengah musim yang sulit ini.
Namun, kepeduliannya tak berhenti di situ. Arif juga menyerahkan bantuan pembangunan 14 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang akan dibangun di Kampung Cilubang, Cidolog, Cibuntut, dan Citeras, Desa Keboncau, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak. Bagi warga yang selama ini tinggal di rumah yang kurang layak, berita ini bagai secercah harapan — bahwa mereka juga berhak tidur dengan tenang di rumah yang aman dan nyaman.
Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi sektor pertanian, Arif memahami betul betapa beratnya menjadi petani ketika alam tak bersahabat. Ia berjanji tak akan berhenti di sini. Keluhan warga soal minimnya air bersih, rusaknya lahan pertanian, dan ancaman krisis pangan akan terus ia perjuangkan di tingkat pusat agar pemerintah segera mengirim bantuan air, irigasi darurat, dan jaminan pangan bagi warga adat yang terdampak.
“Warga Baduy menjaga alam, dan kini alam sedang menguji mereka. Sudah seharusnya kita yang hadir untuk menjaga mereka,” tutup Arif dengan tegas.

