Projo: Persiapan Politik Bukan Berarti Sudah Bentuk Poros atau Koalisi

waktu baca 2 menit
Selasa, 8 Sep 2026 16:00 0 Redaksi

    Harianterbit.id Jakarta — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Projo, Fredy Alex Damanik, secara tegas membantah klaim yang menyebut organisasi tersebut telah mendeklarasikan pembentukan “Poros Solo” sebagai kekuatan politik baru untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Penegasan ini disampaikan merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, yang sebelumnya menyebut Projo dan Jokowi sebagai salah satu poros politik yang mulai memasang kuda-kuda menghadapi pemilu mendatang.

    “Projo tidak pernah mendeklarasikan Poros Solo maupun membangun koalisi Pilpres 2029,” tegas Fredy saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

    Fredy menyatakan menghargai pandangan politik yang dikemukakan Doli. Namun, ia menegaskan bahwa kesiapan organisasi dalam membaca dan mengkaji dinamika politik nasional tidak lantas berarti telah terbentuknya poros atau koalisi tertentu.

    “Membaca politik bukan berarti mendeklarasikan poros. Organisasi politik yang tidak bersiap sejak dini justru sedang tidur,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Fredy juga mewanti-wanti agar perbincangan soal peta politik 2029 tidak justru mengganggu fokus pemerintahan yang sedang berjalan. Menurutnya, saat ini seluruh elemen bangsa perlu memprioritaskan kesinambungan pembangunan, demokrasi, persatuan bangsa, serta kepentingan rakyat di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.

    “Kami tidak sedang terburu-buru menuju 2029. Kami hanya memastikan ketika waktunya tiba, Projo sudah siap. Namun untuk saat ini, mari kita fokus bekerja untuk rakyat,” kata Fredy.

    Sebelumnya, Doli Kurnia menyebut telah muncul dua poros kekuatan politik yang mulai memasang kuda-kuda untuk Pilpres 2029. Pertama, poros “Solo” yang dinilai ditandai dengan pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. Kedua, poros “Cikeas” yang ditandai dengan pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat.

    “Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, yang mewakili satu poros politik (Solo), sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi poros politik (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat,” ujar Doli sebelumnya.

    Namun, penegasan dari Sekjen Projo ini menjadi klarifikasi penting bahwa hingga saat ini belum ada deklarasi resmi pembentukan poros maupun koalisi apapun di lingkungan organisasi tersebut. Projo menyatakan tetap terbuka menghormati semua partai dan tokoh politik, namun menekankan bahwa langkah politik harus tetap berjalan seiring dengan kepentingan rakyat dan kesinambungan pemerintahan yang sedang berjalan.

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional