Genk Emak-Emak Gabut Jagakarsa Menjajal Trekking Curug Cikaracak Bersama Mata Tunas 17

waktu baca 3 menit
Selasa, 25 Agu 2026 16:21 1 Redaksi

    Jakarta – Trekking atau berjalan kaki menempuh jarak beberapa kilometer menjadi salah satu aktivitas yang tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran jasmani, tetapi juga dapat menjadi sarana refreshing dan menjaga kesehatan rohani. Menikmati keindahan alam sekaligus mengagumi kebesaran Sang Pencipta menjadi pengalaman tersendiri bagi para pencinta aktivitas luar ruang.

    Hal tersebut dilakukan Kelompok Emak-Emak Gabut Jagakarsa. Sebanyak delapan anggota kelompok tersebut menjajal trekking menuju Curug Cikaracak, Desa Cibeling, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (23/8/2026).

    Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan soliditas antaranggota, mencari hiburan di alam terbuka, sekaligus menambah variasi aktivitas olahraga agar tidak monoton.

    Curug Cikaracak dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar satu jam dari area parkir kendaraan. Sebelum memulai perjalanan, para peserta berkumpul di lapangan parkir SMK Wisata Alam Pangrango sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka terlebih dahulu melakukan doa dan pemanasan yang dipimpin oleh guide dari Mata Tunas 17, Nuni Nuraini. Dalam perjalanan tersebut, rombongan juga bergabung dengan alumni Pondok Pesantren Nurul Amanah.

    “Kegiatan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, namun baru kali ini terlaksana,” kata Adhe S., selaku ketua tim, saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (23/8/2026).

    Menurut Nuni Nuraini, jalur menuju Curug Cikaracak cukup ramah bagi peserta pemula karena memiliki durasi perjalanan yang relatif singkat, medan yang tidak terlalu berat, serta menyuguhkan pemandangan alam yang indah.

    “Jalur trekking Curug Cikaracak sangat cocok untuk pemula karena durasinya pendek, perjalanan cukup landai, dan pemandangannya indah,” ujar Nuni Nuraini, guide Mata Tunas 17.

    Meski sebagian besar peserta merupakan pemula dan baru pertama kali mengikuti kegiatan trekking, seluruh perjalanan berlangsung lancar tanpa kendala berarti, baik saat menuju lokasi maupun ketika kembali ke basecamp.

    Kehadiran guide dari Mata Tunas 17 juga membuat perjalanan semakin nyaman. Para peserta mendapatkan pendampingan selama perjalanan hingga tiba di bawah air terjun. Di lokasi tersebut, mereka menikmati teh manis, kopi, dan mi instan sambil bercanda dan menikmati suasana alam.

    “Saya baru pertama kali ikut, tapi jadi ingin lagi mencoba trekking dengan tujuan yang lebih menantang,” kata Ismawati melalui pesan WhatsApp, Minggu (23/8/2026).

    Setelah kegiatan selesai, seluruh peserta mendapatkan sertifikat sebagai kenang-kenangan. Rombongan kemudian melanjutkan kegiatan dengan makan bersama di Kedai Kuliner Ayam Bakar Pak TB, Ciawi, Bogor.

    Setelah itu, seluruh peserta kembali ke rumah masing-masing dengan membawa cerita dan pengalaman baru dari kegiatan trekking tersebut.

    Adhe S. mengatakan kegiatan kali ini memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Karena itu, kelompoknya berencana kembali mengagendakan kegiatan serupa dengan tujuan yang berbeda.

    “Trekking kali ini membawa kesan yang sangat mendalam. Semuanya merasa happy dan akan mengagendakan perjalanan ke tujuan lainnya,” ujar Adhe S. melalui pesan WhatsApp, Senin (24/8/2026).

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional