Dr. Hj. Reni Apriani, dosen di Universitas La Tansa Mashiro, baru saja meraih gelar Doktor di Universitas Sultan Ageng Tirtaya (Untirta) Serang dengan pencapaian yang luar biasa membanggakan Harianterbit.id Lebak — Di tengah padatnya aktivitas mengajar, pengabdian masyarakat, hingga peran di lembaga peradilan, seorang perempuan hebat asal Kabupaten Lebak berhasil membuktikan bahwa kesibukan bukan alasan untuk berhenti berkarya dan belajar. Dr. Hj. Reni Apriani, dosen di Universitas La Tansa Mashiro, baru saja meraih gelar Doktor di Universitas Sultan Ageng Tirtaya (Untirta) Serang dengan pencapaian yang luar biasa membanggakan: IPK 3,94 dan predikat Cum Laude, diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan tugas-tugasnya.
Prestasi gemilang ini diraih di tengah keseimbangan peran ganda yang diembannya sebagai pendidik, peneliti, sekaligus pelayan masyarakat. Disertasi yang berhasil beliau selesaikan berjudul: “Pengaruh Kerja Sama Tim, Komunikasi Interpersonal, dan Kompetensi terhadap Kinerja Dosen di Universitas La Tansa Mashiro.”
Penelitian tersebut bukan sekadar syarat akademik, melainkan wujud kepedulian mendalam beliau terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mutu pendidikan tinggi di daerahnya sendiri.
Namun, dedikasi Dr. Hj. Reni Apriani tak berhenti di ruang kelas maupun perpustakaan. Di samping tugasnya sebagai dosen, beliau juga dipercaya menjabat sebagai Mediator Non-Hakim di Pengadilan Agama Rangkasbitung Kelas II.
Dalam peran mulia ini, beliau berkontribusi nyata membantu masyarakat menyelesaikan sengketa secara damai mendengarkan dengan sabar, memediasi dengan kebijaksanaan, dan berupaya menghadirkan solusi terbaik bagi para pihak yang bersengketa, tanpa harus melalui proses sidang yang berlarut-larut. Lebih dari itu, di luar jam kerja resmi, Dr. Reni dikenal sangat aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Beliau sering hadir di tengah warga, turut serta dalam kegiatan bakti sosial, pemberdayaan perempuan, hingga berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan masyarakat luas. Baginya, ilmu pengetahuan yang tinggi harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial yang tulus.
“Prestasi adalah hasil dari proses, ilmu adalah amanah, dan pengabdian adalah bentuk nyata dari kebermanfaatan.”kata Dr. Hj. Reni Apriani kepada redaksi Terasmedia.co , Rabu (19/8/2026)
Bagi beliau, gelar doktor bukanlah garis finis yang berhenti, melainkan titik awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. Dengan pencapaian ini, beliau berkomitmen untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan karya akademik yang bermanfaat, meningkatkan kualitas pendidikan di kampusnya, serta menjadi teladan bagi generasi muda terutama perempuan bahwa dengan ketekunan, keikhlasan, dan doa, seseorang dapat meraih kesuksesan sekaligus tetap bermanfaat bagi sesama.
Kisah Dr. Hj. Reni Apriani menjadi bukti nyata bahwa seseorang dapat memikul banyak peran sekaligus sebagai pendidik, peneliti, mediator, dan aktivis sosial dan menjalankannya dengan keunggulan, integritas, serta hati yang selalu terbuka untuk melayani. (Deni)

