Pesan Ketua Umum Pemuda Pemudi Bela Negara Republik Indonesia untuk Generasi Z dalam Rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI

waktu baca 2 menit
Minggu, 16 Agu 2026 21:04 5 Redaksi

    Jakarta — Ketua Umum Pemuda Pemudi Bela Negara Republik Indonesia (PPBN RI), Ary Lestari, S.E., M.Han. menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ary Lestari mengatakan, kemerdekaan tidak hanya tentang bagaimana mempertahankan tanah air, tetapi juga bagaimana menjaga persatuan bangsa di ruang digital.

    “Kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana kita mempertahankan tanah air, tetapi juga bagaimana kita menjaga persatuan di ruang digital.”

    Menurutnya, di usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton atas perubahan zaman. Generasi Z merupakan generasi yang hidup berdampingan dengan teknologi, media sosial, kecerdasan buatan, serta arus informasi yang bergerak sangat cepat.

    Karena itu, tantangan bela negara saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk ancaman fisik. Ancaman dapat muncul melalui hoaks, ujaran kebencian, provokasi, disinformasi, cyberbullying, radikalisme digital, hingga berbagai upaya memecah persatuan bangsa melalui ruang digital.

    Pesan Ketua Umum Pemuda Pemudi Bela Negara Republik Indonesia Untuk Generasi Z Dalam Rangka Hut Ke-81 Kemerdekaan Ri

    “Di sinilah Bela Negara Terkini harus kita maknai secara lebih luas. Bela Negara bukan hanya mengangkat senjata. Bela Negara juga berarti menjaga apa yang kita tulis, apa yang kita bagikan, apa yang kita percaya, dan bagaimana kita memperlakukan sesama di ruang digital,” ujar Ary saat dihubungi lewat telepon 16 Agustus 2026.

    Ia mengajak seluruh kader Pemuda Pemudi Bela Negara Republik Indonesia, khususnya Generasi Z, menjadi generasi yang kritis tetapi tidak mudah terprovokasi, berani menyampaikan pendapat tetapi tetap menghargai perbedaan, aktif di media sosial tetapi tidak menjadi penyebar kebencian, serta melek teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan.

    “Jangan biarkan algoritma menentukan siapa yang harus kita benci. Jangan biarkan perbedaan membuat kita saling menjauh. Dan jangan biarkan ruang digital menjadi tempat yang memecah persatuan Indonesia,” tegasnya.

    Ary juga mengajak generasi muda menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

    “Gunakan teknologi untuk menyatukan, bukan memecah. Gunakan media sosial untuk menginspirasi, bukan memprovokasi. Gunakan kecerdasan untuk membangun, bukan memperdaya,” katanya.

    Menurutnya, Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara digital, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kebangsaan, integritas, kepedulian sosial, dan semangat persatuan.

    “Mari kita buktikan bahwa Generasi Z bukan generasi yang mudah dipecah oleh perbedaan, tetapi generasi yang mampu mengubah perbedaan menjadi kekuatan. Dari dunia nyata hingga ruang digital, mari kita jaga Indonesia bersama,” tuturnya.

    Ary menegaskan, semangat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan bangsa di tengah perkembangan teknologi dan berbagai ancaman digital.

    “Menguatkan Persatuan di Tengah Ancaman Digital sebagai Wujud Nyata Bela Negara Terkini.” Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka! Merdeka! Merdeka!

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional