EwasteRJ dan Acer Sasar 5 Ton Sampah Elektronik dari 50 Sekolah

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Jun 2026 15:17 0 Redaksi

    Harianterbit.id Jakarta – Seiring dengan meningkatnya penggunaan perangkat teknologi, tantangan pengelolaan sampah elektronik (e-waste) menjadi semakin mendesak. Laporan Global e-Waste Monitor 2022 mencatat bahwa sebanyak 62 juta ton sampah elektronik dihasilkan setiap tahun di seluruh dunia, dan 77,7 persen di antaranya belum didaur ulang dengan cara yang benar. Di Indonesia, permasalahan ini sangat nyata: berdasarkan data Global e-Waste Monitor 2024, negara ini tercatat sebagai salah satu penghasil limbah elektronik terbesar di Asia Tenggara, dengan total timbunan mencapai 1,9 juta ton pada tahun 2022.

    Menyikapi kondisi tersebut dan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, perusahaan pengelola infrastruktur sampah elektronik sirkular EwasteRJ bersama perusahaan teknologi global Acer Indonesia secara resmi meluncurkan program “Sayang Bumi 2026” di Ruang Serba Guna SMAN 82, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/6).

    Kolaborasi berskala luas ini mengajak 50 Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Jabodetabek untuk berpartisipasi dalam kompetisi pengumpulan sampah elektronik dengan target total 5 ton (5.000 kg) hingga November 2026. Peluncuran ini sekaligus menjadi bukti nyata perjalanan panjang Rafa Jafar, Pendiri dan Direktur Utama EwasteRJ. Ia telah memperjuangkan isu pengelolaan sampah elektronik sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, melanjutkannya hingga sekolah menengah, dan kini sebagai mahasiswa. Perjalanan satu dekade ini berhasil mengubah keresahan seorang pelajar menjadi jaringan infrastruktur sirkular yang nyata dan berkelanjutan.

    “Sepuluh tahun lalu, saat saya masih duduk di bangku SD, saya melihat sampah elektronik hanya ditumpuk di dalam laci karena tidak ada tempat pembuangan yang jelas. Menjaga komitmen ini sejak kecil hingga saya menyelesaikan studi S1 di jurusan Hukum Universitas Gadjah Mada bukanlah hal yang mudah, namun hari ini keresahan itu telah berubah menjadi sistem yang diterapkan di 50 sekolah,” ungkap Rafa Jafar.

    “Program ‘Sayang Bumi 2026’ diluncurkan tepat 55 hari sebelum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan aturan ketat pemilahan sampah dan menghentikan pembuangan terbuka per 1 Agustus mendatang. Saat kota baru mulai mempersiapkan penanganan sampah organik rumah tangga, sekolah-sekolah ini sudah lebih dulu bertindak mengamankan limbah bahan berbahaya dan beracun dari perangkat elektronik yang jauh lebih berisiko mencemari air tanah Jakarta. #SayangBumi bukan sekadar nama program, melainkan masa depan yang kita wujudkan mulai hari ini,” tambahnya.

    Sebagai program pengelolaan sampah elektronik berbasis sekolah terbesar di Indonesia, gerakan ini diselenggarakan secara gratis sepenuhnya bagi seluruh sekolah peserta. Dukungan penuh dari Acer Indonesia memastikan setiap sekolah mendapatkan rangkaian fasilitas lengkap, meliputi: pelatihan dan edukasi mengenai ekonomi sirkular, pembentukan kelompok relawan lingkungan yang disebut “SayangBumi Changemaker”, pemasangan tempat pengumpulan sampah permanen, layanan pengangkutan yang aman dan tercatat, hingga penerbitan sertifikat daur ulang resmi bagi sekolah.

    Leny Ng, Presiden Direktur Acer Indonesia, menyampaikan bahwa Selama enam tahun terakhir, gerakan #SayangBumi telah membuktikan bahwa perubahan nyata lahir dari kebersamaan dan konsistensi. Tahun ini kami memilih berfokus pada sekolah karena kami meyakini generasi yang tumbuh dengan kesadaran lingkungan adalah generasi yang akan menentukan kondisi bumi ini dua hingga tiga puluh tahun ke depan.

    “Ini bukan sekadar kegiatan, melainkan ajakan bagi anak muda Indonesia untuk menjadi pelopor perubahan, bukan hanya menunggu orang lain yang bertindak.” ujarnya.

    “Acer ingin berperan aktif mengajak lebih banyak generasi muda terlibat langsung dalam pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab, sekaligus menanamkan pemahaman bahwa langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian bumi,” lanjut Leny Ng.

    Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, seluruh sampah elektronik yang dikumpulkan dari tempat pengumpulan di sekolah akan ditimbang, dicatat, dan disalurkan langsung ke fasilitas daur ulang berizin resmi yang telah bekerja sama dengan EwasteRJ. Di sana, limbah tersebut akan diolah secara aman untuk diambil kembali bahannya sebagai bahan baku baru. Informasi pendaftaran sekolah, aturan kompetisi, serta peringkat jumlah pengumpulan antar-sekolah dapat dipantau secara terbuka melalui situs resmi https://ewasterj.com/ dan acerid.com/sayangbumi.

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional