Hardiknas 2 Mei: Generasi Cerdas Harus Berkarakter, Teknologi Tak Boleh Gerus Budaya

waktu baca 2 menit
Sabtu, 2 Mei 2026 12:28 4 Redaksi

    Harianterbit.id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momen refleksi bagi dunia pendidikan di tengah derasnya arus digitalisasi. Tantangan saat ini bukan lagi sekadar akses pengetahuan, tetapi membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, melainkan juga berkarakter kuat.

    Praktisi komunikasi publik dan pendidikan, Handiyono Aruman, menegaskan bahwa arah pendidikan harus bergeser dari sekadar transfer ilmu menuju penanaman nilai budaya sebagai fondasi perilaku.

    Ia mengingatkan bahwa budaya bukan hanya simbol seperti tarian atau pakaian adat, tetapi mencakup cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan dalam kehidupan.

    Di tengah kemudahan akses informasi, muncul paradoks yang mengkhawatirkan. Generasi muda semakin melek isu global, namun di saat yang sama terjadi penurunan etika sosial, mulai dari berkurangnya rasa hormat hingga maraknya ujaran kebencian di ruang digital.

    Handiyono menilai kondisi ini sebagai “darurat karakter” yang perlu segera ditangani. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai luhur seperti gotong royong, tepa selira, dan unggah-ungguh, serta penguatan falsafah Pancasila sebagai benteng menghadapi dampak negatif globalisasi.

    Menurutnya, teknologi bukan musuh. Justru harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat identitas bangsa. Kuncinya terletak pada bagaimana generasi muda menggunakan teknologi dengan landasan budaya yang kuat.

    Ia juga mendorong peran aktif seluruh pihak, mulai dari guru, orang tua, hingga pembuat kebijakan, untuk menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya menilai akademik, tetapi juga karakter dan perilaku.

    Menutup pernyataannya, Handiyono berpesan agar generasi muda tetap bangga dengan akar budaya Indonesia. “Kecerdasan tanpa budaya melahirkan kesombongan. Pengetahuan tanpa sopan santun melahirkan arogansi,” ujarnya.

    Hardiknas tahun ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar seremoni, melainkan titik balik untuk menegaskan bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh generasi yang cerdas sekaligus berbudaya.

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional