Musrenbang Otsus Papua Tengah 2027, Dorong Ekonomi Lokal dan Daya Saing Berbasis Potensi Wilayah

waktu baca 3 menit
Selasa, 28 Apr 2026 13:59 6 Redaksi

    Harianterbit.id | Nabire – Gubernur Meki Nawipa secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (Musrenbang Otsus) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar pada 28–30 April 2026 di Aula Ballroom Kantor Gubernur, Nabire, Papua Tengah, (28/4/2026).

    Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk menentukan arah pembangunan Papua Tengah ke depan.

    Ia menyebutkan, kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama, menyatukan pikiran, serta menyamakan langkah dalam merancang program pembangunan yang tepat sasaran.

    Menurutnya, setiap perencanaan yang dihasilkan harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

    Tema pembangunan tahun 2027 yang diangkat adalah “Penguatan Ekonomi Lokal dan Daya Saing Daerah Berbasis Potensi Wilayah.”

    Gubernur menjelaskan, tema tersebut mencerminkan komitmen untuk membangun Papua Tengah dengan mengandalkan kekuatan dan potensi yang dimiliki daerah sendiri.

    Papua Tengah, kata dia, memiliki sumber daya alam yang melimpah, mulai dari tanah yang subur hingga kekayaan laut yang besar.

    Selain itu, kekuatan budaya dan kearifan lokal masyarakat Papua juga menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    Namun demikian, Gubernur juga mengingatkan pentingnya melihat kondisi riil daerah berdasarkan capaian indikator makro tahun 2025.

    Ia memaparkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Tengah berada di angka 60,64, dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 6,01 persen.

    Sementara itu, tingkat kemiskinan masih mencapai 29,45 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,62 persen, dan gini ratio berada pada angka 0,34.

    Dari data tersebut, terlihat bahwa tantangan pembangunan masih cukup besar, terutama dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

    Selain itu,keterbatasan lapangan kerja, infrastruktur yang belum merata-khususnya di wilayah pegunungan-serta akses pendidikan dan kesehatan yang belum optimal masih menjadi persoalan utama.

    Konektivitas antarwilayah juga dinilai masih menjadi tantangan besar yang perlu segera diatasi secara bersama-sama.

    Musrenbang Otsus Papua Tengah 2027, Dorong Ekonomi Lokal Dan Daya Saing Berbasis Potensi Wilayah

    Meski demikian, Gubernur menegaskan bahwa berbagai tantangan tersebut bukan untuk dikeluhkan, melainkan harus dijawab melalui kerja nyata dan kolaborasi semua pihak.

    Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan dana otonomi khusus secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

    Menurutnya, dana otsus harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya Orang Asli Papua di Papua Tengah, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup.

    Gubernur mengingatkan agar tidak ada lagi program pembangunan yang tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari bupati, OPD, DPRD, tokoh adat, tokoh agama, perempuan, pemuda, hingga masyarakat luas untuk bekerja bersama.

    Ia menegaskan pentingnya sinergi dan kebersamaan dalam membangun daerah, tanpa berjalan sendiri-sendiri.

    “Papua ini bukan hanya tanah, ini adalah rumah kita. Ini adalah masa depan anak-anak kita.Kita membangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

    Ia pun mengajak semua pihak untuk bekerja dengan hati, kejujuran, dan tanggung jawab demi mewujudkan Papua Tengah yang maju dan berdaya saing.

    Menurutnya, kemajuan Papua Tengah akan turut memperkuat Indonesia secara keseluruhan, dimulai dari kerja bersama hari ini. (Abdullah)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional