x

Sekolah Sunyi di Ujung Negeri, Puluhan Anak Aifat Selatan Terancam Kehilangan Masa Depan

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Apr 2026 09:14 13 Redaksi

    Harianterbit.id | Maybrat – Puluhan anak usia sekolah dasar di Kampung Foug, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, terancam putus sekolah setelah aktivitas belajar mengajar terhenti dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat karena hak pendidikan anak-anak di wilayah tersebut belum terpenuhi secara optimal.

    Sekolah Dasar YPK Ebenezer Foug yang menjadi satu-satunya fasilitas pendidikan di kampung itu kini tampak sunyi. Tidak ada kegiatan belajar mengajar, tidak terlihat guru yang hadir, dan belum ada kepastian kapan proses pendidikan akan kembali berjalan normal.

    Situasi tersebut membuat anak-anak kehilangan rutinitas belajar yang seharusnya mereka jalani setiap hari. Waktu mereka kini lebih banyak dihabiskan untuk membantu orang tua atau bermain tanpa pendampingan pendidikan yang memadai.

    Vakumnya kegiatan sekolah dilaporkan telah berlangsung cukup lama.Warga setempat mengaku khawatir jika kondisi ini terus berlarut-larut,maka anak-anak akan semakin tertinggal dan berisiko tinggi mengalami putus sekolah permanen.

    Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, Ronald Konjol, menyatakan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan tanpa solusi.Ia menilai alasan keamanan yang disebut sebagai penyebab terhentinya aktivitas belajar tidak bisa dijadikan pembenaran.

    “Alasan keamanan tidak boleh membuat anak-anak kehilangan hak dasar mereka untuk mendapatkan pendidikan.Jika tenaga pengajar adalah Orang Asli Papua, seharusnya kegiatan belajar tetap bisa berjalan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

    Menurut Ronald, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan minimnya kehadiran pemerintah daerah dalam memastikan layanan pendidikan tetap berlangsung, terutama di wilayah terpencil seperti Aifat Selatan.

    Ia menegaskan bahwa anak-anak di Kampung Foug bukan sekadar angka statistik dalam laporan pendidikan. Mereka adalah generasi penerus yang masa depannya sangat ditentukan oleh akses terhadap pendidikan saat ini.

    Sebagai langkah konkret, Ronald mendesak Pemerintah Kabupaten Maybrat segera merekrut tenaga guru kontrak dari masyarakat lokal. Langkah ini dinilai lebih realistis agar kegiatan belajar mengajar dapat segera diaktifkan kembali tanpa terlalu bergantung pada tenaga dari luar daerah.

    Di sisi lain, kondisi ini juga memperlihatkan adanya kesenjangan antara kebijakan pemerataan pendidikan dan implementasinya di lapangan.Program pendidikan yang digaungkan pemerintah belum sepenuhnya menjangkau daerah-daerah terpencil secara merata.

    Masyarakat Kampung Foug kini menaruh harapan besar pada langkah cepat pemerintah daerah. Mereka tidak lagi menunggu janji, melainkan tindakan nyata agar anak-anak dapat kembali ke ruang kelas dan melanjutkan pendidikan demi masa depan yang lebih baik. (Abdullah)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional
    x