x

Paulus Waterpauw Dorong Pengembangan Fasilitas Wisata di Raja Ampat

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 12:11 33 Redaksi

    Harinterbit,id| RAJA AMPAT – Aggota Komite Eksekutif Papua, Komjen Pol (Purn.) Paulus Waterpauw menegaskan bahwa kawasan wisata Raja Ampat, khususnya Piaynemo, merupakan salah satu ikon pariwisata dunia yang memiliki daya tarik luar biasa dan terus memikat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Hal tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan langsung di lokasi wisata Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Kamis (9/4/2026).

    Menurut Waterpauw, keindahan alam Raja Ampat yang memadukan gugusan bukit karst dan panorama laut yang eksotis menjadikan kawasan tersebut memiliki banyak spot unggulan yang bernilai jual tinggi di sektor pariwisata.

    “Keindahan alam yang ditampilkan sangat luar biasa. Banyak spot wisata menarik yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan,” ujarnya.

    Ia menilai, Piaynemo sebagai ikon pariwisata perlu terus dikembangkan secara terencana, termasuk melalui penambahan fasilitas pendukung guna meningkatkan kenyamanan dan pengalaman wisatawan.

    “Ke depan, perlu ada pembahasan dan komunikasi lebih lanjut terkait fasilitas yang dibutuhkan,” katanya.

    Dalam kunjungan tersebut, Waterpauw juga berdialog langsung dengan pengelola wisata dan masyarakat setempat. Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi di kawasan wisata, seperti berjualan dan memberikan layanan kepada pengunjung.

    Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

    “Saya melihat ini sebagai potensi ekonomi yang sangat baik. Masyarakat sudah mulai terlibat langsung dan ini harus terus didorong,” jelasnya.

    Namun demikian, Waterpauw menyoroti masih belum optimalnya kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya terkait aktivitas penyewaan kapal wisata.

    Ia mengungkapkan, saat ini sebagian transaksi penyewaan kapal wisata oleh wisatawan masih dilakukan di luar daerah, seperti di Bali, Surabaya, maupun Nusa Tenggara Barat (NTB), sehingga berdampak pada minimnya pemasukan bagi daerah.

    “Ini menjadi catatan penting, karena wisatawan datang ke Raja Ampat, tetapi kontribusi ekonominya belum sepenuhnya masuk ke daerah,” tegasnya.

    Untuk itu, ia menekankan perlunya langkah strategis dan koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh aktivitas pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah, termasuk peningkatan PAD dan APBD.

    Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, serta pemerintah provinsi guna merumuskan kebijakan yang tepat dalam mengoptimalkan pengelolaan pariwisata di Raja Ampat.

    “Kami akan membahas lebih lanjut bersama seluruh pemangku kepentingan agar potensi wisata ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tutupnya. (Abdullah)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional
    x