x

Anggota DPR Fraksi PDIP Minta Pelaku Teror Air Keras Aktivis KontraS Ditindak Tegas

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Mar 2026 07:56 40 Redaksi

    Harianterbit.id | Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka menyorot tajam, kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus. Aksi kekerasan terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut, dinilainya sebagai tindakan biadab dan keji.

    Anggota Komisi XIII DPR RI ini pun mengingatkan, kekuatan hukum langit untuk pelaku kekerasan terhadap Andrie Yunus.

    “Aksi kekerasan kalian biadab, kalau pun hukum positif tumpul, hukum langit pasti tiba,” kata Rieke dalam keterangan persnya, Senin (16/3/2026).

    Di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi, ia mengingatkan, adanya potensi ‘pemain tak kasat mata’. Oknum tersebut, berupaya memantik kemarahan publik.

    “Segitunya syahwat kekuasaan bekerja?. Kalau sampai tidak terungkap siapa dalang sesungguhnya, berarti ada titik-titik yang patut dipertanyakan ucapnya penuh keprihatinan,” ucap Rieke.

    Di satu sisi, Rieke mengapresiasi, langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan instruksi tegas kepada Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta Presiden Prabowo, guna mengusut tuntas kasus penyiraman air keras tersebut.

    “CCTV jelas, teknologi kepolisian juga sudah canggih, kita pegang janji itu, kita kawal bersama. Serangan terhadap pejuang HAM bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman terhadap demokrasi dan kemanusiaan,” ujar Rieke.

    Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pihaknya akan menjalankan instruksi Presiden secara profesional dan transparan. Yakni, dengan mengedepankan scientific crime investigation.

    Sigit mengatakan, masyarakat dapat melaporkan informasi melalui posko pengaduan yang disediakan kepolisian. Informasi yang masuk nantinya akan didalami oleh tim penyidik.

    Kapolri menjelaskan, kepolisian masih melakukan pendalaman awal atas peristiwa tersebut. Tim khusus di lapangan sedang menyisir petunjuk serta mengumpulkan berbagai informasi.

    “Sekarang kami sedang mengumpulkan berbagai informasi dan akan mendalaminya satu per satu. Pendalaman dilakukan untuk memetakan konstruksi peristiwa penyerangan tersebut,” ucap Sigit kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 15 Maret 2026.

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional
    x