Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Matahukum Ungkap Potensi Masalah Hukum Program MBG di Masyarakat

Matahukum Ungkap Potensi Masalah Hukum Program MBG di Masyarakat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026

Harianterbit.id Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak sekadar urusan pemenuhan gizi. Jika dicermati lebih dalam, pelaksanaannya berpotensi berdampak pada aspek ekonomi, lingkungan, hingga hukum.

Pernyataan tersebut ditegaskan Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir saat berbincang bersama awak media dan para aktivis di Jakarta, Sabtu (16/1/2026)

Pria yang kerap dipanggil Daeng tersebut menilai MBG berkontribusi signifikan terhadap peningkatan limbah, baik cair maupun padat. Hal itu, kata Mukhsin juga menyebabkan polemik di masyarakat, apalagi banyak siswa-siswi di beberapa daerah mengalami keracunan sehingga berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

“Petunjuk teknis pengelolaan limbah MBG saat ini belum detail. Harapannya Badan Gizi Nasional bisa memberikan panduan lebih rinci dan bekerja sama dengan pihak terkait, agar dapur MBG tidak berdampak negatif ke lingkungan. Sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat dan tak menimbulkan persoalan hukum,” kata Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir, Sabtu (16/1/2026).

Daeng Mukhsin menyebut dari hasil simulasi, satu dapur MBG dengan kapasitas produksi sekitar 3.000 porsi per hari dapat menghasilkan limbah hingga 150 kilogram. Kata Daeng, kalau dikalkulasi secara kumulatif, timbulan sampah dari program MBG berpotensi mencapai sekitar 10 ton dan menambah beban pengelolaan sampah kota bila tidak ditangani dengan benar.

“Perlu pengelolaan maksimal agar tidak membebani sistem persampahan kota. Dampaknya akan signifikan jika diabaikan,” tegas Daeng.

Dalam obrolan tersebut, Daeng mengatakan bahwa dapur MBG di Indonesia harusnya sudah mulai mengelola limbah, namun pemahamannya mereka belum utuh. Kata Daeng, baik dari sisi teknis pengelolaan maupun acuan juknis yang masih dinilai kurang detail.

“Karena itu, perlu pemberdayaan agar pengelola dapur memahami pengelolaan sampah MBG sehingga bisa meringankan beban pemerintah,” ucap Daeng.

Dari sisi hukum, pria asal Makasar tersebut, mengingatkan agar SPPG untuk patuh pada seluruh aturan. Mengingat, kata Daeng, MBG dibiayai anggaran negara dan menyangkut tujuan pemenuhan gizi, kesalahan administrasi berpotensi berujung masalah hukum.

Daeng Mukhsin tak menampik tentang Program MBG, yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai temuan lain di lapangan juga menunjukkan risiko yang tidak hanya berkaitan dengan kualitas gizi, kesehatan lingkungan, , tetapi juga tata kelola anggaran dan keamanan pangan.

Seperti, Minimnya Payung Hukum dan Aturan Juknis

Salah satu poin kritis yang mencuat adalah kurangnya payung hukum yang jelas dan pedoman teknis (juknis) yang terstruktur saat program mulai dijalankan. Situasi ini memicu kekhawatiran mengenai legalitas penggunaan anggaran besar (konon mencapai Rp100 triliun) dan menyulitkan pengawasan.

“Program MBG dikepung risiko korupsi sistemik, indikasi rantai korupsi, seperti adanya harga yang tidak wajar dan keterlibatan pihak-pihak yang terafiliasi dengan pejabat dalam yayasan mitra, memperkuat potensi masalah hukum di kemudian hari,” jelas Daeng Mukhsin.

Kasus Keracunan dan Kelalaian

Insiden keracunan massal yang melibatkan ribuan anak di berbagai provinsi pada tahun 2025 menunjukkan kegagalan dalam menjamin keamanan pangan. Secara hukum, kejadian ini berpotensi dibawa ke jalur pidana jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran terhadap Undang-Undang

Perlindungan Konsumen dan Tata Kelola Terkesan terburu-buru

Dikatakan Daeng Mukhsin, masih minimnya koordinasi, dan sentralisasi manajemen di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) tanpa melibatkan pihak terkait (seperti dinas kesehatan atau sekolah) memperbesar peluang kesalahan operasional dan penyalahgunaan.

Kualitas Makanan dan Kuantitas, Polemik mengenai pemangkasan anggaran per porsi (dari Rp15.000 menjadi Rp10.000) dinilai berisiko menurunkan standar gizi dan menyebabkan makanan yang diberikan tidak layak konsumsi, yang kembali menunjuk pada pertanggungjawaban hukum pengelola.

“Kombinasi antara polemik, isu keamanan pangan, dan risiko korupsi ini menuntut evaluasi total agar program MBG tidak berdampak hukum serius di masa depan,” tutup Mukhsin

  • Penulis: Redaksi
Tags

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klaim Miliki Data, Warga Jepara Laporkan 7 Pejabat Pemkab Jepara Ke Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Bangsri

    Klaim Miliki Data, Warga Jepara Laporkan 7 Pejabat Pemkab Jepara ke Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Bangsri

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    Harianterbit.id JAKARTA – Penggiat Anti Korupsi yang juga tokoh masyarakat Kuwasen Jepara Heryanto melaporkan tujuh (7) orang pejabat pemerintahan di Kabupaten Jepara ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Pelaporan tersebut dipicu adanya dugaan penyimbangan proses Pembangunan proyek Pasar Bangsri di Kabupaten Jepara. “Untuk ke tujuh orang nama tersebut yang saya laporkan yaitu AB yang saat itu sebagai Kepala […]

  • Danrem 064 My Pantau Jembatan Gantung Siliwangi 6

    Danrem 064 MY Pantau Jembatan Gantung Siliwangi 6

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • 0Komentar

    HARIANTERBIT.ID SERANG – Untuk membantu meningkatkan perekonomian di wilayah Kab. Serang, Danrem 064/MY Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko meninjau pembangunan Jembatan Gantung didampingi Dandim 0602/Serang Kolonel Inf Soehardono di Kp Ciguha, Desa Carenang, Kec Carenang, Kabupaten Serang, Jumat (30/07/2021). Jembatan gantung ini rencananya akan diresmikan oleh Pangdam III/Siliwangi dalam waktu dekat Danrem 064/MY berharap dengan akan […]

  • Bidang Tanaman Pangan Dan Hortikultura Belajar Budidaya Bawang Merah Di Kabupaten Brebes

    Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Belajar Budidaya Bawang Merah di Kabupaten Brebes

    • calendar_month Minggu, 29 Jan 2023
    • 0Komentar

    HARIANTERBIT.ID (PANDEGLANG) – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang Dr. Nasir, SP., MBA., MP didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Pandeglang Nuridawati melaksanakan Kunjungan Kerja bersama Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita, S,E., M.M. di Kabupaten Brebes Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Pandeglang Nuridawati mengatakan, kunjungan kerja (Kunker) dilaksanakan […]

  • Polri Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba Di Tempat Hiburan, Diduga Dikirim Dari Jaringan Luar Negeri

    Polri Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba di Tempat Hiburan, Diduga Dikirim dari Jaringan Luar Negeri

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2022
    • 0Komentar

    JAKARTA- Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap dua kasus peredaran gelap narkotika di tempat hiburan malam. Setelah pengembangan, diketahui barang haram itu berasal dari jaringan Jerman-Malaysia-Indonesia. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Krisno Halomoan Siregar mengatakan, peredaran narkoba gencar kembali karena kelonggaran PPKM disalahgunakan oleh sejumlah tempat hiburan malam. Peredarannya dalam […]

  • Dpkp Pandeglang Studi Tiru Olah Produk Pangan Asal Hewan Dari Kabupaten Brebes

    DPKP Pandeglang Studi Tiru Olah Produk Pangan Asal Hewan dari Kabupaten Brebes

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2023
    • 0Komentar

    HARIANTERBIT.ID (PANDEGLANG) – Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu sentra peternakan itik di Provinsi Banten yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.  Potensi tersebut harus digali secara optimal, sehingga menjadi nilai tambah bagi peternak, menumbuhkan sektor perekonomian serta sektor wisata kuliner. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang Dr. Nasir, SP., MBA., MP mengatakan, Kabupaten […]

  • Polri Kedepankan Cara Sosial Ekonomi Dalam Tangani Kelangkaan Minyak Goreng

    Polri Kedepankan Cara Sosial Ekonomi Dalam Tangani Kelangkaan Minyak Goreng

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • 0Komentar

    HARIANTERBIT.IDJAKARTA – Pengamat Kepolisian Irjen Pol Purn Sisno Adiwinoto Pengamat Kepolisian, Penasihat KBPP Polri, Penasihat ISPPI, Ketua Penasihat Ahli Kapolri, menyatakan Polri telah melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi masalah kelangkaan minyak goreng sesuai kebijakan pemerintah. Polri diminta untuk memastikan distribusi dan barang minyak goreng tersedia di lapangan. Menurutnya, tidak mudah untuk memastikan ketersediaan barang minyak […]

expand_less