Formappi: Perilaku Arogan Hardiyanto Kenneth DPRD DKI Memalukan, Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Jul 2026 14:10 7 Redaksi

    Harianterbit.id Jakarta – Dugaan perilaku arogan Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth yang sempat menimbulkan keributan di jalan raya saat melanggar aturan lalu lintas menuai kritik keras dari pengamat. Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, mendesak Badan Kehormatan DPRD DKI segera turun tangan memeriksa dugaan pelanggaran etik yang dilakukan wakil rakyat tersebut.

    “Perilaku anggota dewan itu sungguh memalukan sekaligus menjengkelkan. Sudah keterlaluan karena menuntut perlakuan istimewa dari petugas yang sedang menjalankan tugas negara,” tegas Lucius dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

    Kronologi Insiden
    Peristiwa bermula saat petugas gabungan dari Polri dan TNI sedang mengatur lalu lintas di kawasan lampu merah Pesing. Petugas menutup jalur TransJakarta menggunakan pembatas air (water barrier) untuk kelancaran arus lalu lintas.

    Namun, sebuah mobil berplat nomor ZZH tiba-tiba berhenti di depan pembatas tersebut. Pengemudi yang mengaku sebagai anggota DPRD DKI meminta petugas membuka penghalang agar bisa melintas di jalur khusus busway. Saat permintaan tersebut ditolak dan diminta mengambil jalur kiri, pengemudi diduga nekat menabrak pembatas, membuka kaca mobil hingga melontarkan kata-kata kasar dan makian kepada petugas.

    Meskipun dihadapi tantangan, petugas tetap tenang dan tidak meladeni provokasi tersebut. Namun tak lama kemudian, pengemudi kembali mendatangi lokasi dan mendekati anggota Polri hingga terjadi adu mulut yang memanas. Hingga akhirnya personel TNI dan warga sekitar turun tangan melerai agar keributan tidak meluas dan tidak mengganggu ketertiban umum.

    Penilaian Formappi
    Lucius menilai tindakan tersebut mencerminkan upaya memanfaatkan jabatan untuk mendapatkan perlakuan khusus, yang merupakan sikap bertentangan dengan fungsi dan tugas wakil rakyat.

    “Alih-alih membantu petugas dengan mematuhi aturan, dia justru menuntut keistimewaan. Ini adalah sikap politisi yang narsis dan sangat memprihatinkan,” ujarnya.

    Ia menekankan bahwa rekaman video yang beredar serta keterangan saksi mata sudah cukup menjadi dasar untuk memulai pemeriksaan awal. Lucius meminta Badan Kehormatan DPRD DKI segera memanggil pihak terkait untuk diklarifikasi dan diperiksa sesuai prosedur.

    Selain itu, ia juga mendesak partai politik yang menaungi anggota tersebut mengambil langkah tegas jika dugaan pelanggaran etik terbukti kebenarannya.

    “Sebagai wakil rakyat, seharusnya menjadi contoh dan teladan dalam menaati aturan hukum. Ketika justru mempertontonkan sikap arogan, kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif akan semakin menurun,” tutup Lucius.

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional