Yosep Metodius Harianterbit.id TAMBRAUW – Tokoh pemuda Kabupaten Tambrauw, Yosep Metodius, mendesak Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tambrauw, Hasan B. Tafalas, untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menilai jabatan strategis di lingkungan pemerintahan daerah perlu memberikan ruang lebih besar bagi putra-putri asli Tambrauw yang dinilai memiliki kapasitas dan kompetensi untuk memimpin daerahnya sendiri.
Dalam keterangannya kepada media, Sabtu (31/10/2026), Yosep mengatakan bahwa setelah 18 tahun perjalanan pemerintahan Kabupaten Tambrauw, masyarakat asli daerah tersebut dinilai telah memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan pemerintahan.
Menurutnya, putra-putri asli Tambrauw memiliki kapasitas, pengalaman, dan kemampuan untuk mengemban tanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan daerah.
Yosep menegaskan bahwa masyarakat asli Tambrauw harus mendapatkan kesempatan dan kepercayaan yang adil untuk berkontribusi dalam pemerintahan di tanah kelahirannya sendiri. Ia juga menyoroti pentingnya menghindari praktik diskriminasi maupun pengabaian terhadap aspirasi masyarakat asli dalam penempatan pejabat pada posisi strategis.
“Jabatan strategis seperti Kepala Badan Keuangan, kepala dinas, hingga Sekretaris Daerah harus memberikan ruang bagi orang asli Tambrauw. Kami sudah memiliki anak negeri sendiri yang mempunyai kemampuan untuk menduduki jabatan apa pun di Kabupaten Tambrauw,” tegas Yosep.
Lebih lanjut, Yosep secara terbuka meminta Hasan B. Tafalas agar mengundurkan diri dari jabatan Plt. Sekda Kabupaten Tambrauw. Menurutnya, posisi Sekda merupakan jabatan strategis yang memiliki peran penting dalam mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan daerah sehingga aspirasi dan kepentingan masyarakat asli perlu menjadi perhatian.
Ia menilai penempatan pejabat dari luar daerah pada posisi strategis berpotensi menimbulkan polemik apabila tidak mempertimbangkan aspirasi dan harapan masyarakat setempat. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah menanggapi persoalan tersebut secara serius.
“Saudara Hasan B. Tafalas harus tahu diri. Kami meminta agar beliau mundur dari jabatan Plt. Sekda Tambrauw dan memberikan kesempatan kepada anak asli Tambrauw. Jabatan ini bukan sekadar posisi pemerintahan, tetapi juga menyangkut harga diri dan martabat kami sebagai orang asli Tambrauw,” ujarnya.
Yosep berharap Pemerintah Kabupaten Tambrauw dapat mendengar dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat asli dalam menentukan pejabat yang menduduki posisi strategis di lingkungan pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat asli Tambrauw memiliki sumber daya manusia yang mampu memimpin dan mengelola pemerintahan daerah. Oleh karena itu, menurutnya, kesempatan untuk menduduki jabatan strategis perlu diberikan secara adil dengan mempertimbangkan kapasitas, kompetensi, pengalaman, serta kemampuan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Catatan redaksi: Pernyataan mengenai tuntutan pengunduran diri dan penempatan putra asli daerah dalam jabatan strategis merupakan pandangan narasumber. Untuk menjaga keberimbangan berita, redaksi sebaiknya meminta tanggapan Hasan B. Tafalas dan Pemerintah Kabupaten Tambrauw sebelum berita diterbitkan.

