Lebak -Pengurus Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Cileles telah dilantik oleh Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Propinsi Banten Nony Menawati yang bertempat di Pondok Pesantren Sabilillah Cileles Lebak, Banten. Jumat, 23/10/2026.
Dalam sambutannya, Nony selaku Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Banten, mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus PAC Fatayat NU Cileles yang hari ini resmi dilantik. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, bukan hanya pergantian atau pengukuhan kepengurusan, tetapi merupakan awal dari sebuah amanah, tanggung jawab, dan pengabdian kepada organisasi, masyarakat, agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa menjadi pengurus Fatayat NU bukan sekadar mendapatkan jabatan atau nama dalam struktur organisasi. Lebih dari itu, menjadi pengurus adalah kesiapan untuk bekerja, bergerak, berkhidmah, dan memberikan manfaat bagi umat.

Menurutnya, ada tiga hal yang di titipkan kepada seluruh pengurus PAC Fatayat NU Cileles. Pertama, bangun kekompakan dan soliditas organisasi.
Organisasi yang kuat bukan organisasi yang hanya memiliki banyak anggota, tetapi organisasi yang memiliki kebersamaan, komunikasi, dan tujuan perjuangan yang sama. Jangan sampai setelah dilantik, pengurus hanya sibuk dengan jabatan masing-masing. Mari kita bangun budaya saling mendukung, saling menguatkan, dan saling merangkul.
“Ingat, Fatayat NU bukan tempat untuk saling bersaing, tetapi tempat untuk saling menguatkan. Organisasi yang kuat bukan organisasi yang hanya memiliki banyak anggota, tetapi organisasi yang memiliki kebersamaan, komunikasi, dan tujuan perjuangan yang sama. Jangan sampai setelah dilantik, pengurus hanya sibuk dengan jabatan masing-masing. Mari kita bangun budaya saling mendukung, saling menguatkan, dan saling merangkul.” ujar Alumni Ponpes Babussalam Cimone ini.
Kedua, hadirkan program yang nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat. PAC Fatayat NU Cileles tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata. Misalnya, pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan UMKM, pendidikan dan pengembangan kapasitas kader perempuan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penguatan ketahanan keluarga dan pendidikan parenting, kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat, pengembangan literasi digital bagi perempuan, dan lain sebagainya, ungkapnya.

“Kita ingin Fatayat NU menjadi organisasi yang hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Makanya hadirkan program yang nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat. PAC Fatayat NU Cileles tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata.
Misalnya, pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan UMKM, pendidikan dan pengembangan kapasitas kader perempuan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penguatan ketahanan keluarga dan pendidikan parenting, kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat, pengembangan literasi digital bagi perempuan,” tambah Nony.
“Yang ketiga, kata Nony, jadilah kader perempuan yang mandiri, berdaya, dan berdaya saing. Perempuan hari ini harus mampu mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan. Perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman.”
Di akhir samanutannya, ia juga mengajak Kader Fatayat NU agar memiliki wawasan luas, kemampuan kepemimpinan, keberanian menyampaikan gagasan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Kita ingin melahirkan perempuan-perempuan yang kuat secara spiritual, matang secara intelektual, mandiri secara ekonomi, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memperkuat moderasi beragama, menjaga persatuan, serta mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat, pungkas alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
“Saya juga ingin menyampaikan bahwa Fatayat NU memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memperkuat moderasi beragama, menjaga persatuan, serta mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat.”
Mari kita buktikan bahwa perempuan Nahdliyin bukan hanya mampu mengurus rumah tangga dan keluarga, tetapi juga mampu menjadi pemimpin, penggerak sosial, pendidik masyarakat, dan pelopor perubahan. Jangan pernah merasa kecil karena kita berada di tingkat PAC. Justru dari tingkat paling dekat dengan masyarakat inilah kekuatan organisasi dibangun.
“Ingatlah, organisasi yang besar dimulai dari kepengurusan yang mau bekerja dengan ikhlas.Saya berharap PAC Fatayat NU Cileles dapat menjadi rumah yang nyaman bagi kader perempuan, tempat bertumbuh, belajar, berjuang, dan mengabdi.
Jangan takut untuk memulai program, jangan takut menghadapi tantangan, dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi perbedaan. Selama kita berjalan bersama, insyaallah akan selalu ada jalan untuk mencapai tujuan.” pungkas Nony mengkhiri sambutannya.

