Pandeglang — Kondisi Jalan Desa Cijinjuk, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali dikeluhkan warga. Jalan yang disebut telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun itu dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah dan wakil rakyat.
Jalan Cijinjuk memiliki fungsi penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu akses alternatif yang menghubungkan wilayah Pandeglang dengan Serang melalui kawasan Petir. Jalur tersebut juga menjadi salah satu akses masyarakat menuju Rangkasbitung.
Di tengah kondisi tersebut, warga mempertanyakan sejauh mana perhatian pemerintah dan DPRD Kabupaten Pandeglang terhadap persoalan infrastruktur dasar di wilayah Cadasari.
Sorotan terutama diarahkan kepada anggota DPRD Kabupaten Pandeglang yang berada atau beraktivitas di wilayah Kecamatan Cadasari. Warga menyebut sejumlah anggota dewan kerap melintasi jalan tersebut sehingga kondisi kerusakan seharusnya bukan persoalan yang sulit untuk diketahui.
“Jalan ini setiap hari dilewati. Bahkan ada anggota dewan yang rumahnya tidak jauh dari sini. Kalau setiap hari melihat kondisi jalan seperti ini, kami mempertanyakan kenapa persoalan ini belum juga menjadi perjuangan serius di DPRD,” ujar Andri, warga Kaung Caang, kepada media, 8 Oktober 2026.
Menurut Andri, masyarakat tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin wakil rakyat menjalankan fungsi menyerap aspirasi dan memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk infrastruktur jalan.
“Jangan menunggu jalan ini viral dulu baru ramai-ramai mengaku ikut memperjuangkan. Ketika warga sedang menyuarakan persoalan, kami berharap wakil rakyat hadir dan ikut menyampaikan aspirasi ini melalui jalur yang memang menjadi kewenangannya,” katanya.
Keluhan tersebut juga dikaitkan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Pandeglang di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Raden Dewi Setiani, S.Sos., M.A. dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi, S.H. yang membawa agenda pembangunan infrastruktur, termasuk penanganan jalan rusak.
Bagi masyarakat, komitmen pembangunan infrastruktur seharusnya dapat diukur dari realisasi di lapangan. Warga mempertanyakan bagaimana pemerintah memastikan program perbaikan jalan benar-benar menjangkau wilayah yang selama ini mengeluhkan kerusakan.
“Cijinjuk ini tidak berada di daerah yang benar-benar terpencil. Aksesnya relatif dekat dengan pusat Pandeglang dan terhubung ke wilayah Serang. Kalau jalan seperti ini saja bertahun-tahun belum tertangani, wajar kalau masyarakat bertanya bagaimana perhatian terhadap jalan-jalan di pelosok,” ujar Andri.
Ia juga menyinggung kondisi pembangunan di Pandeglang yang menurutnya masih menyisakan banyak pekerjaan rumah, terutama terkait pelayanan dasar dan infrastruktur.
“Bupati sudah berganti, gubernur sudah berganti, presiden juga sudah berganti. Tetapi jalan ini masih rusak. Warga ingin tahu, sampai kapan harus menunggu?” ucapnya.
Warga juga berharap anggota DPRD Kabupaten Pandeglang tidak hanya hadir ketika persoalan sudah menjadi perhatian publik, tetapi aktif menyampaikan aspirasi masyarakat sejak masalah tersebut pertama kali dikeluhkan.
Kini bola ada di tangan pemerintah dan DPRD: apakah keluhan warga mengenai Jalan Cijinjuk akan kembali berhenti sebagai aspirasi, atau benar-benar diterjemahkan menjadi program, anggaran, dan perbaikan nyata di lapangan?
Masyarakat menunggu jawaban sekaligus tindakan konkret.

