JAKARTA — Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), DR Jerry Massie PhD, menilai Partai Demokrat Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir mengalami pergeseran ideologis ke arah yang semakin progresif dan kiri.
Menurut Jerry, perubahan tersebut terlihat dari semakin kuatnya kelompok progresif di tubuh Partai Demokrat, baik di tingkat Kongres maupun pemerintahan daerah. Ia menilai sebagian agenda kelompok tersebut berbeda cukup jauh dengan corak Demokrat pada era sebelumnya, Jakarta (3/9).
“Partai Demokrat Amerika secara perlahan mulai bergeser ke arah politik yang lebih kiri dan radikal. Perubahan ini terlihat dari semakin kuatnya kelompok progresif di Kongres maupun pemerintahan daerah,” ujar Jerry.
Ia mencontohkan munculnya sejumlah politisi progresif seperti Zohran Mamdani, Alexandria Ocasio-Cortez, Ilhan Omar, Rashida Tlaib, dan sejumlah tokoh lainnya yang membawa agenda politik progresif dalam isu ekonomi, kesehatan, lingkungan, hak-hak minoritas, serta reformasi pemerintahan.
Jerry menilai fenomena tersebut menunjukkan bahwa peta politik Partai Demokrat telah mengalami perubahan dibandingkan dengan era Presiden John F. Kennedy, Jimmy Carter, maupun Bill Clinton.
“Dulu Demokrat memiliki spektrum politik yang berbeda. Sekarang kelompok progresif semakin kuat dan membawa agenda yang jauh lebih ke kiri,” katanya.
Menurut dia, kelompok progresif di Amerika mendorong sejumlah agenda seperti perluasan layanan kesehatan universal, kenaikan upah minimum federal, reformasi pembiayaan kampanye, perdagangan yang dianggap lebih adil, kebijakan lingkungan yang lebih agresif, serta pembatasan pengaruh korporasi dalam politik.
Jerry mengatakan perkembangan tersebut perlu dicermati karena menurutnya terdapat perbedaan mendasar antara sosial-demokrasi, progresivisme, sosialisme, dan komunisme.
“Tidak semua kebijakan progresif berarti komunisme. Tetapi ketika negara semakin dominan dalam mengatur ekonomi, redistribusi semakin besar, dan peran kapital swasta semakin dibatasi, tentu harus ada kewaspadaan terhadap arah ideologinya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberadaan kelompok Congressional Progressive Caucus yang menjadi salah satu kekuatan penting di Partai Demokrat. Kelompok tersebut dikenal memperjuangkan agenda progresif dalam berbagai isu sosial, ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan reformasi politik.
Jerry menilai menguatnya kelompok progresif dapat memengaruhi arah kebijakan Amerika dalam jangka panjang.
“Saya pikir kaum progresif harus diawasi secara kritis. Jangan sampai perubahan kebijakan secara bertahap akhirnya mengubah fondasi politik dan ekonomi Amerika Serikat,” tegasnya.
Selain perubahan ideologis, Jerry juga menyoroti besarnya peran pendanaan dalam politik Amerika Serikat. Ia menyebut sejumlah miliarder dan tokoh bisnis yang memberikan dukungan finansial kepada kandidat serta organisasi politik berhaluan liberal dan progresif.
Nama George Soros dan putranya, Alex Soros, menjadi salah satu yang disorot. Keluarga Soros selama bertahun-tahun memang aktif memberikan dukungan kepada berbagai organisasi dan aktivitas politik progresif di Amerika Serikat.
Selain Soros, Jerry menyebut Michael Bloomberg, Reid Hoffman, dan Dustin Moskovitz sebagai tokoh kaya yang juga memberikan dukungan kepada kandidat maupun organisasi politik liberal atau progresif.
Menurut Jerry, besarnya aliran dana politik tersebut menunjukkan bahwa pertarungan ideologi di Amerika tidak hanya berlangsung melalui pemilu, tetapi juga melalui pendanaan organisasi, kampanye, advokasi kebijakan, dan gerakan politik.
“Uang mempunyai pengaruh besar dalam politik Amerika. Karena itu, perubahan arah politik tidak bisa hanya dilihat dari siapa yang menang dalam pemilu, tetapi juga siapa yang mendanai gerakan dan agenda politik tersebut,” jelasnya.
Jerry menegaskan, Amerika Serikat tetap memiliki institusi politik dan konstitusi yang kuat sehingga perubahan menuju komunisme bukan sesuatu yang otomatis terjadi hanya karena kelompok progresif semakin besar.
Namun, ia mengingatkan bahwa pergeseran ideologis secara perlahan tetap perlu menjadi perhatian.
“Pertanyaannya bukan apakah Amerika besok menjadi negara komunis. Itu terlalu sederhana. Yang harus dilihat adalah apakah nilai-nilai dasar politik dan ekonominya terus bergeser ke kiri secara bertahap. Jika iya, masyarakat Amerika perlu memberikan kontrol demokratis yang kuat,” pungkas Jerry.

