Intelektual Papua Barat Daya Ajak Elite Papua Hentikan Polemik dan Jaga Otsus

waktu baca 3 menit
Selasa, 24 Mar 2026 17:44 72 Redaksi

    Harianterbit.id | PBD  – Intelektual muda Papua Barat Daya, Kornelius Kambu, S.Sos., M.Si., alumni Universitas Cenderawasih (Uncen), angkat bicara menyikapi dinamika yang terjadi antara anggota DPD RI, Paul Finsen Mayor, dengan Ketua Asosiasi MRP Papua serta sejumlah anggota MRP di Tanah Papua, Selasa (24/3/2026).

    Kornelius menegaskan bahwa dirinya mengikuti secara langsung perjalanan reformasi di Tanah Papua, termasuk dalam proses lahirnya Otonomi Khusus (Otsus). Saat masih menjadi mahasiswa, ia bersama rekan-rekannya dilibatkan oleh para dosen Universitas Cenderawasih untuk turun langsung ke masyarakat mengumpulkan aspirasi melalui kuesioner guna merumuskan poin-poin penting dalam kebijakan Otsus.

    Menurutnya, Otsus bukanlah kebijakan yang lahir secara tiba-tiba, melainkan hasil perjuangan panjang hampir 69 tahun sejak Papua bergabung dalam bingkai Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen Papua untuk mensyukuri capaian tersebut dan mengawalnya dengan penuh tanggung jawab.

    Ia menyayangkan adanya perbedaan pendapat yang berkembang menjadi polemik terbuka di ruang publik antara sesama tokoh Papua. Menurut Kornelius, perbedaan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun tidak seharusnya berubah menjadi saling serang yang berpotensi memecah belah sesama anak Papua.

    “Sebagai sesama anak bangsa dan anak Papua, kita tidak boleh terjebak dalam konflik yang memperuncing perbedaan. Kritik boleh saja, tetapi harus konstruktif dan membangun, bukan menjatuhkan,” ujarnya.

    Kornelius juga mengingatkan bahwa baik anggota DPD RI maupun MRP adalah pejabat publik dan negarawan yang seharusnya memberi contoh kedewasaan politik kepada masyarakat. Ia meminta agar semua pihak menenangkan diri dan mengedepankan dialog.

    Secara khusus, ia memohon kepada Senator Paul Finsen Mayor untuk menahan diri dan menunjukkan sikap kenegarawanan. Ia juga mengajak Ketua Asosiasi MRP serta anggota MRP lainnya untuk membuka ruang komunikasi yang sehat dan saling menghargai.

    Menurutnya, polemik yang berkembang justru menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, apakah perbedaan tersebut didorong oleh kepentingan pribadi atau perebutan kepentingan tertentu. Ia menegaskan bahwa situasi seperti ini tidak boleh terjadi di tengah upaya membangun Papua yang lebih baik.

    Kornelius menekankan bahwa Otsus telah melahirkan empat provinsi baru di Tanah Papua, termasuk Papua Barat Daya sebagai provinsi ke-38 di Indonesia. Ia menyebut bahwa tanpa rekomendasi dan peran MRP sebagai lembaga kultural, pemekaran tersebut tidak akan terwujud.

    Karena itu, ia meminta agar lembaga MRP sebagai simbol identitas dan representasi kultur Orang Asli Papua dijaga marwah dan kehormatannya. MRP, menurutnya, adalah rumah bersama bagi tokoh agama, perempuan, pemuda, adat, akademisi, dan seluruh komponen masyarakat Papua.

    Ia juga menyoroti situasi keamanan di sejumlah wilayah seperti Maybrat dan Tambrauw. Dalam kondisi seperti itu, ia berharap anggota MRP dan DPD RI dapat berkoordinasi dengan TNI-Polri serta pemerintah daerah untuk mendorong penyelesaian yang cepat dan damai demi ketertiban masyarakat.

    “Kalau terjadi gejolak, bagaimana kita bisa bersatu membangun Papua? Justru dalam situasi seperti ini, kita harus saling rangkul, saling baku jaga, dan saling baku ingat,” katanya.

    Kornelius mengusulkan agar para tokoh yang berbeda pandangan duduk bersama dalam suasana kekeluargaan, bahkan bila perlu membuat pertemuan terbuka sebagai simbol rekonsiliasi dan persatuan anak-anak Papua.

    Ia menegaskan bahwa dirinya tidak membela pihak mana pun. Baginya, semua tokoh tersebut adalah saudara yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga Tanah Papua dalam bingkai Indonesia.

    Di akhir pernyataannya, Kornelius berharap seluruh elite Papua mengakhiri perbedaan pandangan dengan cara yang bermartabat.

    “Marilah kita berpikir besar untuk kepentingan orang banyak dan keutuhan Tanah Papua. Kita jaga Papua bersama, kita bangun dengan hati, demi Indonesia yang sama-sama kita cintai,” pungkasnya. (Abdullah)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional