Harianterbit.id Sorong – Pembangunan Gedung Pendidikan Terpadu IAIN Sorong terus menunjukkan perkembangan positif. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Radiah Sahid, menyatakan optimismenya bahwa progres fisik pembangunan dapat mencapai 80 persen pada 31 Desember 2025, sesuai dengan target tahap pertama pekerjaan.
Radiah Sahid menjelaskan, saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pengerjaan talut dengan leskep sebagai bagian dari struktur pendukung bangunan. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan masih berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan dalam kontrak.
“Kami tetap optimis dan yakin progres pekerjaan bisa mencapai 80 persen pada tahap pertama PHO tanggal 31 Desember 2025,” ujar Radiah Sahid kepada awak media saat ditemui di lokasi Proyek, Senin (15/12/2025).
Radiah menuturkan bahwa sisa pekerjaan sebesar 20 persen akan dilanjutkan pada tahap kedua. Tahap lanjutan tersebut direncanakan selesai hingga April 2026, sesuai dengan skema pelaksanaan yang telah disepakati bersama pihak kontraktor.
Menurutnya, progres pembangunan ini juga mendapat kemudahan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Skema 80 persen pada tahap pertama dan 20 persen pada tahap kedua dinilai sebagai bentuk fleksibilitas yang diberikan agar pekerjaan dapat diselesaikan secara maksimal dan tepat waktu.

“Kemudahan ini diberikan apabila kontraktor mampu menyelesaikan progres pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” tutur Radiah.
Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga kualitas pekerjaan tanpa mengabaikan ketentuan administrasi dan teknis.
“Adapun nilai pagu anggaran pembangunan Gedung Pendidikan Terpadu IAIN Sorong mencapai Rp48.277.606.000,00. Anggaran tersebut bersumber dari dana negara sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.” tambahnya
Karena itu, Radiah menegaskan pihaknya juga meminta pendampingan dan pengawasan dari Kejaksaan Negeri Sorong. Pendampingan hukum dinilai penting untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Ini adalah uang negara, sehingga kami meminta pendampingan dan pengawasan dari tim hukum yang kompeten agar pelaksanaan pekerjaan benar-benar sesuai ketentuan,” tegas Radiah Sahid.
Dengan adanya pengawasan ketat dan komitmen semua pihak, Radiah berharap pembangunan Gedung Pendidikan Terpadu IAIN Sorong dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di wilayah Papua Barat Daya.