Lurah Cijoropasir Dadi Riyadi,SE.MM”Jangan Tinggalkan Solat Lima Waktu”
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 14 Mar 2023

HARIANTERBIT.ID(Rangkasbitung)–Jangan sampai lupa sholat yang lima waktu apalagi sengaja meninggalkannya.
Demikian ucapan itu keluar bukan dari seorang ustadz atau kiyai. Namun dari seorang Kepala Kelurahan Cijoropasir,Kecamatan Rangkasbitung,Kabupaten Lebak ,Banten yaitu Dadi Riyadi,SE.MM saat berbincang diruang kerjanya,Selasa(14/3-2023).
“Sholat itu mengandung dua hikmah, yaitu dapat menjadi pencegah diri dari perbuatan keji dan perbuatan munkar. Sholat dapat menjadi pengekang diri bagi seseorang dari kebiasaan melakukan kedua perbuatan tersebut. Sekaligus mendorong seseorang untuk menghindarinya”ujarnya.
Masih menurut suami dari Ila Nurazizah SPd tersebut. Sesungguhnya isi dari ibadah sholat itu adalah sangat universal sebagaimana yang terkandung dalam Surat Al An’am ayat 162. Artinya, “Sesungguhnya sembahyangku(sholatku), ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” Jadi ketika kita sedang bekerja, berdagang atau melakukan kegiatan apapun di dunia ini ,sesungguhnya telah termasuk dalam kategori ibadah sholat juga,sebagaimana yang termaktub dalam Quran surat al-an’am ayat 162 itu.
Yang paling utama menurut Dadi Riyadi , adalah harus didasari ikhlas yang tulus karena Allah semata. Tentu saja selain aturan ukhrowi(yang menyangkut aturan keagamaan-red) ,juga harus mengikuti pula aturan duniawi, include (termasuk didalamnya-red) ketika dalam bekerja maupun apapun aktivitas yang kita lakukan di dunia ini ada aturan mainnya.
Masih kata Dadi, jangan lupa pula bersabar dan bersyukur, serta kona’ah juga tawadu mesti kita jalani. Menurutnya,sebagaimana yang termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 153 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”jelasnya.
Pria yang lulus S1 Tahun 2010 dan S2 nya Tahun 2019 di Universitas Latansa Mashiro Rangkasbitung ,dengan jurusan Management tersebut, dirinya mengisahkan pada saat masih SD ,pernah jualan Kangkung dan es Mambo demi hanya untuk membeli sepasang kaos kaki .Dan pada tahun 2003 hingga 2006 ia pernah jadi tulang punggung keluarga ,dengan cara berjualan membuka warung dirumahnya,sambil membagi waktu kuliah, karena saat itu ayahandanya sakit strooke hingga meninggal di tahun 2006.
Pada tahun 2005 diangkat PNS dan bekerja sebagai staft BKD (Badan Kepegawaian Daerah)Pemkab Lebak. Kemudian dari 2008 sampai 2010 diangkat jadi Kasi Pembangunan ,kemudian menjabat Lurah Cijoropasir,Kecamatan Rangkasbitung pada awal 2022 hingga kini.
Meski dirinya sebagai aparatur sipil negara(ASN),tetapi sejak SD ia hobi maen catur, sehingga tak heran jika dirinya dipercaya sebagai pengurus PERCASI KABUPATEN LEBAK,sebagai kepala bidang Humas Percasi.
Sedangkan selama dirinya menjabat lurah Cijoropasir, mendapat prestasi penghargaan bupati Lebak,Iti Otavia Jaya Baya ,karena seluruh warga Cijoropasir yang wilayah itu dipimpinnya, ternyata tidak ada yang Dolbon atau singkatan dari Modol Dikebon (buang air besar di kebon alias berak sembarangan,kerna masyarakat Cijoropasir telah masing-masing miliki WC dan kamar mandi), juga ibu PKK nya menjuarai 1 bola volley SE Kecamatan Rangkasbitung, dan juara satu se kabuoaten Lebak dalam olahraga catur beregu.
Masih kata dia, hidup didunia ini, mesti dijalani dan dinikmati serta disyukuri. Kemudian kita harus memiliki sifat Qanaah yaitu sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya, serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas dan perasaan kurang. Orang yang memiliki sifat qana’ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada didirinya adalah kehendak Allah .
“Jangan lupa tawadhu
secara bahasa, arti dari tawadhu adalah ketundukan dan rendah hati. Asal katanya berasal dari Tawaadha’atil ardhu yang berarti tanah itu lebih rendah daripada tanah di sekelilingnya.Artinya kita harus juga memiliki sifat tawadhu berarti merasa diri kita orang biasa, sekalipun memiliki banyak kelebihan”pungkasnya seperti orang bijak.
Sekedar untuk bahan tafakur dan untuk direnungkan kita saja (dari penulis-red),sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman: ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi)
Pada hari kiamat kelak, segenap umat manusia akan dikumpulkan di padang Mahsyar dan menghadapi hari perhitungan. Segala amalnya akan dilihat dan ditimbang. Amalan pertama yang akan dihisab di pengadilan Allah Swt kelak adalah sholat.
**(AsepWE)
- Penulis: Redaksi