Peringati Hari Bela Negara Ke-77, Pengamat Pertahanan Nyatakan Keinginan Menjadi Analis Pertahanan Negara

waktu baca 3 menit
Sabtu, 20 Des 2025 10:58 138 Redaksi

    Harianterbit.id Jakarta – Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Bela Negara Ke-77 berlangsung meriah, di Kompleks Kantor Kementerian Pertahanan RI, meskipun dalam guyuran hujan. Setelah upacara selesai dilaksanakan, diikuti dengan ramah tamah di Gedung Dewan Pertahanan Nasional. Pada momen ramah tamah inilah Ario Seno, Pengamat Pertahanan alumni UNHAN RI nyatakan keinginan menjadi Analis Pertahanan Negara (APN).

    Keinginan itu berawal dari keprihatinannya lantaran ia melihat banyak alumni UNHAN RI yang ‘keleleran’ tidak mendapatkan lahan untuk mengabdi selepas lulus dari UNHAN RI.

    “Tentu sebagai alumni saya sangat mencintai dan menjunjung tinggi harkat dan martabat almamater saya. Tapi juga fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak alumni UNHAN RI yang tidak mendapatkan tempat mengabdi setelah lulus,” ujar Ario Seno, Sabtu (20/12/2025)

    Selain itu, Dikatakan Ario, disisi lain telah ada jabatan fungsional baru dalam lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu Analis Pertahanan Negara (APN). Menurutnya Jabatan ini seharusnya menjadi wadah bagi para mahasiswa UNHAN RI setelah lulus nanti.

    “Kuliah di UNHAN RI itu dapat beasiswa penuh loh, masa iya lulusannya dibiarkan ‘keleleran’ begitu saja? Sementara jabatan fungsional APN ini sudah ada, harusnya diisi oleh alumni-alumni UNHAN RI. Pertahanan itu kan ilmu yang spesifik, dan mahasiswa UNHAN RI sudah pasti mendapatkannya, tidak hanya satu-dua semester, tapi sepanjang perkuliahan di UNHAN RI.” katanya

    Ia juga menyinggung soal pengembangan organisasi Kemhan RI dengan lahirnya lembaga-lembaga baru seperti Dewan Pertahanan Nasional (DPN), yang mana hal itu seharusnya menjadi urgensi pemberdayaan jabatan fungsional APN untuk mengawaki lembaga-lembaga baru tersebut.

    “Di bawah kepemimpinan pak Prabowo Subianto yang merupakan mantan Menhan RI, Kemhan RI mengalami pengembangan organisasi secara masif, termasuk salah satunya eksistensi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) ini. Seharusnya itu menjadi urgensi pemberdayaan jabatan fungsional APN.” tuturnya

    “Kalau tidak ada APN, terus lembaga-lembaga baru termasuk DPN ini mau diisi oleh siapa? Nah APN ini nantinya akan menjadi wadah bagi para alumni UNHAN RI untuk mengabdi sebagai kader intelektual bela negara.” tambahnya

    Ketika ditanya perihal kesediaan menjadi APN, ia menyatakan menerima dengan penuh kesadaran.

    “Dari sejak menjadi mahasiswa UNHAN RI hingga saat ini saya sudah melakukan analisis terhadap pertahanan negara, meskipun tanpa disuruh. Tentu saya melakukannya secara mandiri/independen. Saya sudah mempublikasikan lebih dari 30 tulisan pada berbagai jurnal baik nasional maupun internasional dan media massa. Bahkan sebagian ada juga yang sudah saya bukukan. Kalau ditawari menjadi APN, tentu saya sangat bersedia dan menerima dengan penuh kesadaran. Sebagai informasi, saya saat ini sedang mengambil S3 di UNJ jurusan Teknologi Pendidikan. Untuk apa? Ya demi membukakan jalan bagi teman-teman alumni UNHAN RI ini untuk menjadi APN.

    “Prosesnya memang tidak mudah, bahkan berdarah-darah. Tapi itulah bentuk pengorbanan saya, sebagai implementasi nilai bela negara. Yang pasti saya selalu yakin usaha saya dan teman-teman ini akan berhasil. Kami hanya semata ingin mengabdikan diri sebagai kader intelektual bela negara. Tidak lebih.” pungkasnya

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional