Shigeo Tokuda Alias Kakek Sugiono, Melekat Kuat di Ingatan Publik Internet

waktu baca 3 menit
Minggu, 18 Jan 2026 12:11 598 Redaksi

    Harinterbit.id Jakarta – Nama Shigeo Tokuda mungkin terdengar biasa di Jepang. Tapi di Indonesia entah bagaimana ceritanya ia lebih dikenal dengan nama legendaris Kakek Sugiono. Sebuah julukan yang terdengar santai, agak nyeleneh, tapi melekat kuat di ingatan publik internet.

    Tokuda lahir di Tokyo pada 18 Agustus 1934. Jika mengikuti alur hidup yang “normal”, ia seharusnya menikmati masa pensiun dengan berjalan santai di taman, memberi makan burung, atau mengeluh soal lutut. Tapi hidup Tokuda memilih jalan yang sama sekali tidak masuk brosur “masa tua bahagia”.

    Pada usia 61 tahun, ketika kebanyakan orang sudah menghindari kamera, Tokuda justru memulai karier baru sebagai aktor film dewasa.
    Ironis? Jelas. Tidak lazim? Sudah pasti. Tapi di situlah keunikannya.

    Dari Agen Travel ke Aktor AV

    Sebelum dikenal dunia sebagai ikon film dewasa lansia, Tokuda adalah pria biasa. Ia bekerja sebagai agen perjalanan dan pemandu wisata. Hidupnya teratur, rutinitasnya stabil, dan masa depannya terlihat tenang.

    Segalanya berubah dari satu hal sederhana, ia kesulitan mencari DVD film dewasa favoritnya. Karena tak menemukannya di toko, Tokuda mendatangi langsung rumah produksi. Ia bolak-balik datang, sampai akhirnya wajahnya dikenal oleh staf.

    Dalam sebuah momen yang terdengar seperti bercanda tapi ternyata serius, seorang sutradara berkata kira-kira begini:

    “Pak, wajah Anda cocok.”
    Awalnya Tokuda menolak. Siapa yang tidak kaget ditawari main film dewasa di usia 60-an? Tapi setelah dipikir-pikir, rasa penasaran menang. Ia mencoba. Dan ternyata… pasarnya ada.

    Pahlawan Fantasi Kaum Tua

    Jepang adalah negara dengan populasi lansia yang besar. Dan industri hiburan termasuk hiburan dewasa tidak buta terhadap fakta itu. Tokuda hadir sebagai representasi yang jarang: pria tua yang masih “hidup”, bukan sekadar figuran atau objek lelucon.

    Film-film yang ia bintangi bukan sekadar eksploitasi usia. Banyak yang dikemas sebagai fantasi bagi penonton lanjut usia orang-orang yang merasa tidak lagi terlihat, tidak lagi diwakili, dan perlahan dilupakan.

    Di sinilah Tokuda menjadi simbol. Bukan karena aktingnya yang luar biasa, tapi karena keberadaannya sendiri sudah cukup berkata: “Kamu belum selesai hanya karena kamu tua.”

    Ia kemudian tercatat di Guinness World Records sebagai aktor film dewasa tertua di dunia dan membintangi ratusan judul film.

    Rahasia yang Akhirnya Terbongkar
    Selama bertahun-tahun, Tokuda menyimpan rapat profesinya dari keluarga. Ia tetap berangkat kerja seperti biasa, berpakaian rapi, dan tidak pernah menjelaskan detail pekerjaannya.

    Sampai suatu hari, takdir bercanda lagi naskah film yang ia bintangi sampai ke tangan putrinya. Rahasia pun terbuka. Reaksi keluarga? Tidak dramatis, tidak meledak-ledak. Lebih ke arah diam, terkejut, lalu menerima. Barangkali karena mereka sadar: Tokuda bukan pria yang sembrono. Ia hanya memilih jalannya sendiri.

    Tokuda beberapa kali menyatakan ingin pensiun. Tapi seperti banyak hal dalam hidupnya, rencana itu sering tertunda. Sampai hari ini, namanya tetap hidup sebagai legenda unik bukan hanya di Jepang, tapi juga di budaya internet global.

    Kakek Sugiono bukan pahlawan dalam arti klasik. Ia bukan inspirasi yang nyaman. Tapi ia adalah pengingat yang jujur, bahwa hidup tidak berhenti hanya karena usia bertambah,
    dan bahwa kesepian, hasrat, serta keinginan untuk diakui tidak mengenal angka di KTP.

    Lucu? Iya.
    Aneh? Banget.
    Tapi di balik semua meme dan tawa, kisah Shigeo Tokuda tetap menyimpan satu hal yang serius: keberanian untuk hidup di luar ekspektasi.

     

    (Sumber:voi)

    Pers Nasional
    LAINNYA
    Pers Nasional