Pergerakan Mahasiswa
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 24 Mar 2022

HARIANTERBIT.ID – JAKARTA Mahasiswa adalah salah satu agent of change, karena memiliki latar belakang tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Mahasiswa juga dapat dikatakan sebagai orang yang kritis dalam segala hal. Namun, banyak diantara kita yang belum mendapatkan sikap kritis tersebut. Maka dari itu kita harus melakukan sebuah tindakan untuk mengajak para mahasiswa menjadi lebih kritis dalam segala hal.
Selain kritis, mahasiswa juga harus lebih peka terhadap sebuah masalah yang terjadi. Selain itu, mahasiswa juga harus mampu menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tindakan yang dilakukan untuk membuat mahasiswa menjadi lebih kritis sangatlah banyak, mulai dari seminar, pelatihan, bahkan berupa tindakan langsung turun ke lapangan.
Salah satu contoh permasalah yang ada di Indonesia baru – baru ini adalah tentang kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng. Permasalahan ini tentunya menyulitkan bagi masyarakat. Karena selain mengalami pengeluaran yang besar, masyarakat juga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.
Baca juga :Mata Tunas 17 Mulai Kembali Gelar Olahraga Futsal Secara Rutin
Minyak goreng merupakan salah satu barang yang penting untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Bahkan dengan adanya kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng, maka akan berimbas pada kenaikan harga barang pokok yang lainnya.
Ini adalah sebuah hal yang sangat ironis, mengingat Indonesia termasuk negara yang paling besar memproduksi kelapa sawit. Namun setelah ditelisik lebih lanjut ternyata ada mafia minyak goreng yang malah menjual ke luar negeri, padahal minyak tersebut sebelumnya disubsidi oleh pemerintah. Bahkan ada salah satu oknum partai yang memanfaatkan permasalahan ini untuk menjadi ajang kampanye dengan menimbun minyak.goreng lalu dibagikan kemasyarakatan ketika dalam kesulitan. Hal ini untuk menjual citra agar elektabilitas suara meningkat diajang Pemilu berikutnya.
Keresahan yang terjadi di masyarakat saat ini, mungkin tidak mampu untuk diungkapkannya secara langsung kepada pemerintah, bahkan tidak tahu harus mengadu kemana. Maka kita sebagai mahasiswa yang mengerti dan paham akan permasalahan ini, harus melakukan sebuah tindakan untuk menyampaikan aspirasi tersebut.
Banyak tindakan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa sebagai kaum intelek, seperti jajak pendapat, berdiskusi, sampai melaksanakan aksi demonstrasi. Hal tersebut harus didasari dengan kemampuan yang baik.
Selain itu, mahasiswa juga harus memiliki pengalaman dalam menyampaikan pendapat. Mulai dari menyampaikan pendapat dimuka umum, sampai menyampaikan pendapat ke atasan atau ke orang yang disegani sekalipun. Maka dari itu kita harus melakukan pelatihan-pelatihan untuk mempersiapkan semua itu. Mulai dari persiapan materi, persiapan mental, bahkan persiapan skill. Karena jika semua itu tidak dipersiapkan dengan matang maka yang dilakuakan akan sia sia.
Pembekalan materi bagi mahasiswa sangat penting dilakukan, terutama terkait soal kekritisan. Penyampaian materinya juga harus dikemas dengan menarik. Agar para mahasiswa tertarik untuk menerima materi tersebut.
Salah satu cara penyampaian materi tersebut yaitu dengan mengadakan pelatihan seperti “ Sekolah Penerus Bangsa” atau yang lainnya. Dengan begitu mahasiswa akan banyak yang tertarik untuk menerima materi tersebut. Selain itu mahasiswa juga bisa mencari pengalaman di oraganisasi yang lainnya.
Diharapkan dengan adanya pembekalan materi kekritisan bagi mahasiswa, maka akan segera tercapai dengan mudah apa yang diinginkan bukan hanya oleh mahasiswa, namun juga masyarakat. Semakin banyak mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, maka semakin banyak mahasiswa yang menjadi lebih kritis dan lebih peka dalam segala hal. Begitupun semakin banyaknya mahasiswa yang kritis, maka permasalahan yang terjadi dapat ditemukan solusi yang tepat sehingga dapat diselesaikan dengan baik.
Kita kembali ke contoh diatas, dengan naiknya harga BBM maka akan terjadi pergolakan di Indonesia itu sendiri. Dengan tidak meratanya perekonomian di Indonesia, maka dengan naiknya harga BBM sangatlah berpengaruh bagi pembelanjaan masyarakat menegah kebawah. Dengan begitu kita sebagai mahasiswa yang juga merasakan dampaknya harus melakukan sebuah tindakan untuk mengembalikan atau mengendalikan pergolakan yang terjadi. Dengan cara apapun selama itu tidak melanggar hukum dan agama, maka kita harus tetap bertindak. Maka dari itu kita sebagai mahasiswa harus lah menjadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak seperti yang diamanahkan oleh Tridharma Perguruan Tinggi. Karena dengan begitu kita dapat membuat perubahan yag berarti untuk Indonesia. Allah swt. berfirman “sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat untuk yang lainnya”.
M. Fuad Shafly
Penulis adalah anggota Mata Tunas 17, Mahasiswa tingkat akhir FKIP UNS dan anggota Pramuka Racana UNS
- Penulis: Redaksi