Mata Tunas 17 Gelar Pertandingan Bulutangkis Setelah Vakum Selama Pandemi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 17 Mar 2022

HARIANTERBIT.ID JAKARTA – Setelah PPKM mulai dilonggarkan, kini anggota Mata Tunas 17 sudah mulai beraktifitas kembali seperti dulu saat pandemi Covid 19 belum terjadi. Salah satu kegiatan yang mulai dijalankan tersebut adalah bulutangkis.
“Selain olahraga, bulutangkis ini untuk meningkatkan kekompakan anggota Mata Tunas 17.” kata Murbandini, M. Pd yang selama ini menjadi koordinator saat ditemui dilapangan.
Bulutangkis adalah kegiatan rutin personil Mata Tunas 17 yang biasanya dilaksanakan setiap hari Selasa sore. Antusiasme personil Mata Tunas 17 terhadap olahraga bulutangkis cukup tinggi, terbukti saat jadwal tiba, banyak anggota Mata Tunas 17 yang datang kelapangan.
Baca juga :Perkemahan Nusantara Ala Presiden Joko Widodo
“Kalo dibilang bisa sih enggak, tapi buat seru-seruan aja sama temen – temen.” kata Sabrina, mahasiswi tingkat awal di Univ Kosgoro Jakarta Selatan.
Selain menjadi permainan yang sederhana dan tidak membutuhkan banyak biaya, bulutangkis dianggap sebagai olahraga yang bukan hanya memberi kesehatan tetapi juga memberi hiburan.
“Buat saya untuk menambah kegiatan positif, daripada diam dirumah aja.” kata Fatmajid Asyakara saat berada dilapangan.
Seperti biasa, untuk tempat latihan dilaksanakan di GOR bulutangkis Jovan jalan H. Lelle Srengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan. Artinya tidak ada perubahan tempat dari sebelum pandemi meski saat ini disekitar sekretariat telah berdiri GOR bulutangkis baru. Kondisi lapangan cukup baik, tidak terlalu licin. Dalam satu ruangan terdapat tiga lapangan.
Biasanya Mata Tunas 17 meyewa lapangan selama dua jam dengan biaya sewa Rp. 30.000/jam. Begitupun sumber biaya untuk sewa lapangan dengan sistem patungan seihklasnya.
“Meski bukan pro, tapi saya memang hobi main bulutangkis, setidaknya biar badan selalu fit untuk beraktifitas.” kata Dina Salsabila yang selama ini menjadi salah satu pengajar di Kumon.
Saat dilapangan, siapapun yang siap langsung bermain, jika sudah lelah maka berganti dengan yang lain.
Meski banyak anggota tidak memiliki raket, namun jika ingin bergabung dipersilahkan, mengingat banyak kawan – kawan yang memiliki raket untuk bisa dipinjam.
Rencana kedepan jika kondisi sudah benar – benar normal, Mata Tunas akan mengadakan pertandingan antar sekolah dimana pesertanya adalah siswa dari sekolah yang selama ini dibina dalam kegiatan Pramuka.
“Pada prinsipnya, setiap kegiatan rutin yang dilakukan oleh Mata Tunas 17, maka harus berdampak positif terhadap sekolah yang kita bina.” kata Murbandini, M. Pd saat menutup sesi latihan.
Satriano Alvetris
- Penulis: Redaksi