Festival Seni, Imam Rismahayadi : Tunggul Buhun Akar Budaya yang Harus Terus Dilestarikan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 31 Okt 2021

HARIANTRBIT.ID, LEBAK – Festival Seni Multatuli Tahun 2021 dengan tema Tunggul Buhun yang telah digelar selama sepekan mulai tanggal 4 s.d. 10 Oktober ini resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Budi Santoso. Bertempat di Aula Multatuli Setda Lebak, Minggu Malam (10/10/2021).
Penutupan secara resmi dilakukan pada malam puncak FSM 2021 dengan menampilkan musik kontemporer dari Buhunna Sora (Sebuah Grup Yang Melibatkan 25 Sanggar di Kabupaten Lebak Dalam Prosesnya). Selain secara luring, kegiatan juga disiarkan melalui kanal youtube Festival Seni Multatuli sehingga bisa disaksikan juga melalui streaming oleh masyarakat.
Sekda Lebak sangat mengapresiasi dan menyampaikan dirinya sangat bangga pada kegiatan FSM kali ini karena melibatkan hampir seratus persen seniman dan budayawan dari Kabupaten Lebak sendiri pada prosesnya.
“Teman-teman seniman dan budayawan ini mewujudkan kreativitas dalam bentuk daring, ini hal yang luar biasa justru dengan daring kemudian disiarkan langsung dikanal youtube, ini merupakan investasi promosi yang luar biasa bagi pariwisata di Kabupaten Lebak, karena jejak digital sampai kapanpun akan tetap bisa dilihat” Ungkap Sekda.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak Imam Rismahayadi menjelaskan tema FSM 2021 Tunggul Buhun memiliki makna akar budaya yang harus terus dilestarikan.
Imam juga menyampaikan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung visi misi masyarakat Kabupaten Lebak yang digawangi oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lebak yaitu Menjadikan Kabupaten Lebak Sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal. Beilau melanjutkan, ini juga merupakan citra rasa dan citra karya dari para seniman budaya yang ada di Kabupaten Lebak.
“Kita harapkan ikhtiar ini bisa mensejahterakan masyarakat karena tujuan sasaran dari acara ini adalah merefresh kembali ingatan wisatawan yang pernah datang dan memiliki kenangan di Lebak agar kembali ke Lebak, juga merangsang wisatawan baru untuk bisa datang ke Kabupaten Lebak” Jelas Kadisbudpar Tersebut.
(*Red)
- Penulis: Redaksi