x

Ketua Pemuda Papua Barat Daya Kecam Dugaan Pemboman Gereja di Intan Jaya

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Feb 2026 22:31 30 Redaksi

Harianterbit.id | INTAN JAYA – Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Barat Daya, Yoseph Methodius, menyampaikan kecaman keras atas dugaan tindakan aparat keamanan yang disebut melakukan pemboman terhadap Gereja Katolik Santo Bernadus Tipungau di Kampung Jalae, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada 30 Januari 2026.

“Jika dugaan ini benar, maka ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Gereja dan seluruh tempat ibadah adalah objek sipil yang wajib dilindungi dalam kondisi apa pun, termasuk dalam operasi keamanan bersenjata,” tegas Yoseph dalam keterangannya kepada media, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, penyerangan terhadap rumah ibadah tidak hanya mencederai nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga melanggar prinsip-prinsip dasar hukum perang.

“Menyerang gereja adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Negara seharusnya menjadi pelindung warga sipil, bukan justru menghadirkan ketakutan,” ujarnya.

Yoseph juga mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera turun tangan dan memberikan respons tegas atas peristiwa tersebut.

“Presiden harus hadir secara nyata untuk memastikan perlindungan warga sipil di Tanah Papua dan menjamin supremasi hukum ditegakkan tanpa pandang bulu,” katanya.

Lebih lanjut, Yoseph mengkritik pendekatan keamanan yang dinilai masih mengedepankan pola militeristik dalam penanganan persoalan Papua.

“Pendekatan militeristik tidak akan pernah menyelesaikan akar persoalan Papua. Cara ini justru memperpanjang siklus kekerasan dan penderitaan rakyat sipil,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kehadiran negara di Papua yang menurutnya lebih berorientasi pada pengamanan kepentingan sumber daya alam ketimbang aspek kemanusiaan dan keadilan.Ketua Pemuda Papua Barat Daya Kecam Dugaan Pemboman Gereja Di Intan Jaya

“Negara terlihat lebih serius mengamankan kepentingan ekonomi, sementara rasa keadilan dan kemanusiaan masyarakat Papua sering diabaikan. Ini yang memperdalam ketidakpercayaan rakyat terhadap negara,” tambah Yoseph.

Atas nama Pemuda Katolik Papua Barat Daya, Yoseph menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil dan fasilitas keagamaan.

“Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang perlindungan dan pengharapan bagi masyarakat, terutama di tengah situasi konflik. Menyerangnya sama dengan melukai hati kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga mendesak Panglima TNI untuk segera membentuk tim investigasi independen guna mengusut tuntas dugaan pemboman tersebut.

“Kami meminta investigasi dilakukan secara transparan, melibatkan lembaga independen, dan tanpa upaya menutup-nutupi fakta. Keadilan hanya akan lahir jika negara berani mengoreksi aparatnya sendiri,” kata Yoseph.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat keamanan terkait dugaan pemboman Gereja Katolik Santo Bernadus Tipungau. Situasi keamanan di Kampung Jalae, Kabupaten Intan Jaya, dilaporkan masih dalam kondisi tegang.

Ramadhan 1447 H
LAINNYA
x